PEMAKNAAN KESENIAN TRADISIONAL SEDE’EAN DI DESA KEDATARAN SAMBAT, MAJE KAUR

Pradana , Yoka and Azhar, Marwan and Alfarabi, Alfarabi (2014) PEMAKNAAN KESENIAN TRADISIONAL SEDE’EAN DI DESA KEDATARAN SAMBAT, MAJE KAUR. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
I,II,III,III-14-yok.FS.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (8MB)
[img] Text (Thesis)
IV,V,VI.LAMP.III-14-yok.FS.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (8MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan pada pementasan kesenian tradisional Sede’ean di desa Kedataran Sambat, Kecamatan Maje Kabupaten Kaur. Kesenian tradisional Sede’ean merupakan kesenian tradisional yang dipentaskan pada saat merayakan resepsi yang bersifat suka cita. Pementasan dilangsungkan dengan cara melantunkan syair – syair berbahasa Arab yang terdapat dalam kitab hadra, diiringi dengan gendang, setelah itu berpantun dan menari. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif Deskriktif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam (depth interview), obsevasi partisipan, dan studi dokumentasi. Sebagai pisau analisis penelitian ini menggunakan teori Interaksi Simbolik (Herbert and Blumer). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Masyarakat desa Kedataran Sambat kalangan tua memaknai seluruh rangkain pementasan Kesenian Sede’ean adalah Pemainan bujang gadis (media pertemuan dan menyatakan perasaan) Bujang dan gadis, Masyarakat desa Kedataran Sambat kalangan muda memaknai seluruh rangkaian pementasan Kesenian Sede’ean hanyalah sebatas pementasan kesenian semata, Pada proses pementasan kesenian Sede’ean terdapat beberapa simbol yakni pehiliman lengguai sebagai simbol perdamaian, Bantal berbalut sajadah sebagai simbol menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, kasu’ tempat yang nyaman bagi tamu, tari Sede’ean simbol kehidupan laki – laki dan perempuan dalam berumah tangga, pakaian sebagai simbol kesopanan dalam berpakaian, pantun ‘atapan anjuran bersyukur dan mengevaluasi perjalanan kehidupan, Talibun dan sarakal Nasihat agama dan pantun muda–mudi simbol kasih sayang, Pementasan kesenian tradisional Sede’ean mengalami pergeseran bentuk pementasan, waktu pementasan dan para pementas, adanya pergeseran maka terdapat pula pergeseran makna yakni sebelumnya Sede’ean dimaknai sebagai media pertemuan dan penyampai perasaan bagi bujang dengan gadis bergeser hanya sebatas pementasan semata

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Communication
Depositing User: 033 Darti Daryanti
Date Deposited: 24 Dec 2014 09:02
Last Modified: 24 Dec 2014 09:02
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10152

Actions (login required)

View Item View Item