MATINYA PASAR TRADISIONAL : STUDI KASUS PASAR MINGGU BARU KOTA BENGKULU

Simanjuntak , Julita and Sumarto , Widiono and Eka , Tjahjono (2014) MATINYA PASAR TRADISIONAL : STUDI KASUS PASAR MINGGU BARU KOTA BENGKULU. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
I,II,III,III-14-jul.FS.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (9MB)
[img] Text (Thesis)
IV,V,VI,LAMP,III-14-jul.FS.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (9MB)

Abstract

Pemberian otonomi daerah dari pemerintah pusat membawa tantangan bagi daerah untuk mencari dan mengusahakan sendiri keuangan untuk pembiayaan pembangunan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui kerjasama pemerintah daerah dengan pihak swasta sebagaimana yang diatur dalam UU No. 22 dan UU No. 25 Tahun 1999 yang menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk melakukan kerjasama dengan investor atau kerjasama investasi dengan pemilik dana lainnya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana dampak kehadiran Mega Mall dan PTM sebagai pusat perbelanjaan modern di jalan K.Z Abidin 1 kota Bengkulu terhadap pasar tradisional yaitu pasar Minggu Baru dan pertokoan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana proses hadirnya Mega Mall dan PTM yang berada tepat di depan pasar Minggu Baru serta dampak yang dihasilkan dari adanya pembangunan pasar modern (mall). Teori konflik dari Ralp Dahrendorf menjadi alat analisis masalah dan telaah data penelitian. Sumber data diperoleh dari banyak informan yang mengetahui proses pembangunan Mega Mall dan PTM sampai dampak yang dihasilkan melalui metode Snowball sampling. Penelitian menghasilkan informasi bahwaadanya kebijakan pemerintah kota yang bekerjasama dengan pihak investor dalam pembangunan Mega Mall dan PTM yang berada tepat di depan pasar Minggu Baru menyebabkan kondisi pasar mulai sepi dan bangunan pasar mulai rusak, hal ini disebabkan karena banyaknya pembeli yang pindah tempat berbelanja begitu juga pedagang sebanyak 89 yang memilih pindah tempat untuk berjualan ke Mega Mall dan PTM serta semakin banyaknya (150) pedagang kaki lima yang menjamur.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Social Welfare
Depositing User: 033 Darti Daryanti
Date Deposited: 24 Dec 2014 11:44
Last Modified: 24 Dec 2014 11:44
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10165

Actions (login required)

View Item View Item