KETAHANAN KELUARGA PADA PASANGAN SUAMI-ISTRI TANPA ANAK (STUDI KASUS DI DESA PONDOK KUBANG, KECAMATAN PONDOK KUBANG, KABUPATEN BENGKULU TENGAH)

Putri, Septi Harmia and Sri , Hartati and Sri , Handayani Hanum (2014) KETAHANAN KELUARGA PADA PASANGAN SUAMI-ISTRI TANPA ANAK (STUDI KASUS DI DESA PONDOK KUBANG, KECAMATAN PONDOK KUBANG, KABUPATEN BENGKULU TENGAH). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
IV,V,VI,LAMP,III-14-sep.FS.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (5MB)
[img] Text (Thesis)
I,II,III,III-14-sep.FS.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (5MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kelangsungan ikatan perkawinan dari pasangan tanpa anak. Bahasan difokuskan pada pandangan mengenai keberadaan anak kandung, nilai-nilai hidup bersama dalam rumah tangga yang menjadi acuan untuk mempertahankan ikatan perkawinan, usaha-usaha pasangan dalam mendapatkan anak, dan usaha-usaha yang dikembangkan untuk bertahan dalam ikatan perkawinan. Metode kualitatif diskriptif digunakan sebagai pendekatan penelitian dan diaplikasikan pada teknik observasi non partisipan dan wawancara mendalam. Informan meliputi tujuh pasangan perkawinan tanpa anak yang masa rumah tangganya telah berlangsung minimal 10 tahun. Data diperoleh berupa narasi kasuistis pasangan, karena itu peneliti melakukan klasifikasi, tabulasi, verifikasi dan simpulan kasus sebelum sampai pada analisis yang terintegrasi. Penelitian ini menunjukkan sebagai berikut: Pertama, keberadaan anak sangat penting dalam keluarga yaitu sebagai pengikat tali pernikahan, namun kehadiran anak bukanlah faktor mutlak. Kedua, nilai-nilai yang dikembangkan oleh pasangan yaitu: Sahnya hubungan antara laki-laki dengan perempuan yaitu dengan perkawinan, perkawinan adalah kebersamaan dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah dan tantangan hidup, perkawinan adalah simbolis mutualisme pasangan yang tercermin dalam prinsip pertukaran saling memberi dan menerima, dikembangkan rasa saling berkasih sayang (nilai afeksi), kehadiran anak dari pernikahan tidak bersifat mutlak, perceraian adalah aib keluarga. Ketiga, pasangan suami-istri yang tidak mempunyai anak melakukan pengobatan tradisonal ke dukun dan pengobatan modern (terapi dan mengkonsumsi obat dari dokter). Keempat, langkah-langkah yang dikembangkan untuk mempertahankan ikatan perkawinan adalah menganggap pernikahan itu sendiri yang menjadi pengikat hubungan, mengembangkan prinsip bahwa tujuan hidup adalah untuk saling membahagiakan dan pasangan adalah sumber perhatian dan kasih sayang.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Sociology
Depositing User: 033 Darti Daryanti
Date Deposited: 29 Dec 2014 08:50
Last Modified: 29 Dec 2014 08:50
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10175

Actions (login required)

View Item View Item