KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN HASIL ENAM BELAS GENOTIPE TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI DATARAN RENDAH

Pardosi , Santi K. and Rustikawati , Rustikawati and Dotti, Suryati (2015) KERAGAAN PERTUMBUHAN DAN HASIL ENAM BELAS GENOTIPE TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI DATARAN RENDAH. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img]
Preview
Text (Thesis)
IV,V,LAMP,III-14-san-FP.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (Thesis)
I,II,III,III-14-san-FP.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB) | Preview

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan tanaman hortikultura penting di Indonesia termasuk di Bengkulu. Buahnya merupakan sumber vitamin dan mineral. Berbagai tomat lokal yang dikoleksi dari berbagai daerah di Indonesia diharapkan memiliki keragaman seperti penampilan morfologi tanaman, umur panen, dan daya hasil. Selain itu, kekerasan buah sangat penting karena berhubungan dengan ketahanan pengangkutan dan ketahanan daya simpan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperoleh varietas yang dapat dibudidayakan di dataran rendah adalah dengan merakit varietas tomat adaptif di dataran rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan keragaan dan menapis 16 genotipe tomat yang adaptif dataran rendah. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2013 hingga Januari 2014 di kebun Percobaan Laboratorium Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan genotipe tomat sebagai faktor tunggal yang diulang tiga kali. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, tingkat kehijauan daun, kerapatan stomata, umur berbunga, umur panen, diameter buah, kandungan gula terlarut, kekerasan buah, bobot per buah, bobot buah per tanaman, bobot segar brangkasan, dan bobot kering brangkasan. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat nyata antar genotipe pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, kerapatan stomata, dan umur berbunga sedangkan variabel tingkat kehijauan daun menunjukkan berbeda tidak nyata. Variabel umur panen, diameter buah, kandungan gula terlarut, kekerasan buah, bobot buah per tanaman berbeda sangat nyata antar genotipe sedangkan bobot segar brangkasan dan bobot kering brangkasan berbeda nyata antar genotipe. Berbeda dengan variabel bobot per buah yang berbeda tidak nyata antar genotipe. Dari 16 genotipe tomat dapat dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Pada variabel vegetatif, karakter tinggi tanaman dan diameter batang terdapat tiga kelompok, jumlah daun dan kerapatan stomata dua kelompok, umur berbuga dibedakan menjadi empat kelompok. Pada variabel generatif, umur panen, bobot buah per tanaman, bobot segar brangkasan, dan bobot kering brangkasan menghasilkan dua kelompok, kecuali diameter buah dibagi kedalam tiga kelompok dan kemanisan buah dibedakan menjadi empat kelompok. Genotipe tomat yang memiliki potensi produksi tertinggi adalah genotipe Makassar dengan bobot buah 743,89 g. Keunggulan yang lain dari genotipe Makassar adalah umur panen yang cepat dan diameter buah besar. Namun genotipe tersebut memiliki kelemahan kekerasan buah yang rendah. Genotipe Situbondo tergolong adaptif untuk dataran rendah berdasarkan semua variabel generatif, tetapi memiliki umur panen yang lambat yaitu 64 hari setelah tanam. Genotipe Aceh 3 memiliki kualitas buah yang baik berdasarkan kandungan gula terlarut dan kekerasan buah yang tinggi walaupun bobot buah per tanaman tergolong rendah.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 021 Nanik Rahmawati
Date Deposited: 29 Jan 2015 10:14
Last Modified: 29 Jan 2015 10:14
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10402

Actions (login required)

View Item View Item