ANALISIS PERBANDINGAN BAURAN PEMASARAN RENGGINANG UBI KAYU MEREK “BUNGA” DAN “SETIA KARYA” DESA SIDOMUKTI KECAMATAN PADANG JAYA BENGKULU UTARA

Sumanti, Iis and Nusril, Nusril and Apri , Andani (2015) ANALISIS PERBANDINGAN BAURAN PEMASARAN RENGGINANG UBI KAYU MEREK “BUNGA” DAN “SETIA KARYA” DESA SIDOMUKTI KECAMATAN PADANG JAYA BENGKULU UTARA. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
IV,V,VI,LAMP,III-14-iis-FP.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (10MB)
[img] Text (Thesis)
I,II,III,III-14-iis-FP.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (9MB)

Abstract

Sektor agroindustri di Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan. Ketersediaan bahan baku yang melimpah memungkinkan Indonesia untuk tidak menggunakan komoditi impor sebagai bahan baku agroindustrinya. Kondisi ini didukung dengan letak geografis Indonesia yang berada tepat pada garis khatulistiwa sehingga Indonesia memiliki iklim tropis yang menyebabkan Indonesia memiliki kekayaan hayati yang sangat beragam. Salah satu komoditi pertanian yang produksinya melimpah di Indonesia adalah ubi kayu (Manihot esculenta grant). Keberadaannya sebagai sumber pangan alternatif masyarakat Indonesia yakni sebagai pengganti beras dan jagung sudah tidak diragukan lagi. Namun saat ini nilai jual ubi kayu masih sangat rendah, oleh sebab itu diperlukan tangan-tangan kreatif yang mampu mengubah ubi kayu menjadi produk olahan yang lebih bernilai dan berdaya saing tinggi. Tidak perlu industri berskala besar untuk melakukannya, industri rumahan (home industry) juga mampu memberikan nilai tambah bagi ubi kayu. Di Desa Sidomukti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara terdapat dua industri rumah tangga yang mengolah ubi kayu menjadi produk olahan bernilai tinggi. Masing-masing memiliki merek dagang “Bunga” dan “Setia Karya”. Keduanya mengolah ubi kayu menjadi rengginang atau dalam bahasa setempat disebut eyek-eyek. Tidak menutup kemungkinan tejadi persaingan diantara keduanya karena kedua industri tersebut memproduksi produk yang sama dan berada di lokasi yang sama. Adanya persaingan di antara keduanya membuat kedua industri tersebut dituntut untuk lebih inovatif dalam menyusun strategi pemasaran. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung melalui wawancara, observasi, serta membuat daftar pertanyaan (quisioner) yang ditujukan pada pemilik atau pihak industri yang berkompeten dalam menjawab pertanyaan dan memberikan informasi. Sedangakan data sekunder diperoleh melalui buku-buku ilmiah, literatur, jurnal penelitian terdahulu, dan sumber lainya yang berhubungan dengan penelitian ini. Untuk melihat perbandingan implementasi bauran pemasaran rengginang ubi kayu merek “Bunga” dan “Setia Karya” digunakan analisis IPA (Importance performance analysis), Uji Organoleptik (tingkat kesukaan/ketertarikan) dan analisis Deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 4 (empat) atribut bauran pemasaran yakni produk, harga, tempat dan promosi masing-masing mendapat penilaian atau respon tersendiri dari para konsumen. Atribut produk (product) mendapat penilaian tertinggi baik pada rengginang merek “Bunga” maupun “Setia Karya” sedangkan yang mendapat penilaian terendah, untuk rengginang ubi kayu merek “Bunga” terdiri dari atribut promosi (promotion) dan untuk “Setia Karya” terdiri dari atribut Tempat (place). Sehubungan dengan pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan maka secara keseluruhan atribut bauran pemasaran pada kedua merek rengginang tersebut dianggap cukup memuaskan dengan skor rata-rata sebesar 2,85 dan 2,77 pada skala 1 sampai 4. Perbandingan pada kedua industri rengginang ubi kayu yang ada di Desa Sidomukti menunjukan bahwa masing-masing memiliki kesamaan dan keunikan tersendiri terutama dari segi produk. Berdasarkan analisis IPA (Importance Performance Analysis) diketahui bahwa implementasi bauran pemasaran pada rengginang ubi kayu merek “Bunga” dan “Setia Karya” yang digambarkan dengan diagram Cartesius menyebar pada 4 kuadran yakni: kuadran I (prioritas utama), kuadran II (prioritas prestasi), kuadran III (prioritas rendah), dan kuadran IV ( berlebihan). Namun yang harus menjadi prioritas utama untuk diperbaiki adalah Atribut yang berada pada kuadran I karena atribut ini memiliki tingkat kepentingan yang tinggi bagi konsumen, namun kinerja dari pihak industri masih kurang memuaskan. Pada rengginang merek “Bunga” terdiri dari media promosi, sedangakan pada rengginang “Setia Karya” terdiri dari tiga atribut diantaranya kemasan, kebersihan tempat produksi/penjualan, dan media promosi.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agribusiness
Depositing User: 033 Darti Daryanti
Date Deposited: 02 Feb 2015 14:29
Last Modified: 02 Feb 2015 14:29
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10440

Actions (login required)

View Item View Item