EFISIENSI USAHA PEMBIBITAN ITIK MODERN DAN TRADISIONAL PADA SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN LEBONG

Anwar , Nuril and Satria , Putra Utama and Reswita, Reswita (2015) EFISIENSI USAHA PEMBIBITAN ITIK MODERN DAN TRADISIONAL PADA SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN LEBONG. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
I,II,III,III-14-nur-FP.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (8MB)
[img] Text (Thesis)
IV,V,VI,LAMP,III-14-nur-FP.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (9MB)

Abstract

Ternak itik merupakan salah satu komoditi unggas yang mempunyai peran cukup penting sebagai penghasil telur dan daging untuk mendukung ketersediaan protein hewani yang murah dan mudah didapat. Di Indonesia, itik umumnya diusahakan sebagai penghasil telur namun ada pula yang diusahakan sebagai penghasil daging. Peternakan itik didominasi oleh peternak dengan sistem pemeliharaan yang masih tradisional dimana itik digembalakan di sawah atau di tempat-tempat yang banyak airnya, namun demikian sumbangan itik sebagai penghasil protein hewani untuk masyarakat dan pendapatan dalam usaha ternak tersebut cukup nyata. Dalam perkembangannya, usaha itik dapat merupakan usaha pokok bagi sebagian masyarakat dan tidak lagi sebagai usaha sambilan. Dalam usaha ternak itik keberadaan bibit itik mutlak sangat diperlukan karena berpengaruh terhadap kelangsungan suatu usaha peternakan itik. Hal ini terutama berlaku bagi sistem pemeliharaan itik intensif yang sepenuhnya terkurung dimana jaminan ketersediaan dan kualitas bibit sangat dibutuhkan demi efisiensinya usaha. Perbaikan genetis dalam upaya peningkatan produktivitas bibit itik petelur lokal telah dirintis oleh Balai Penelitian Ternak (Balitnak) dan diarahkan pada peningkatan efisiensi dan konsistensi produksi telur. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai jenis itik petelur lokal mempunyai potensi produksi telur yang cukup tinggi, dengan rata-rata berkisar antara 50-70% pada pemeliharaan intensif, namun dengan variasi yang cukup besar dan ditambah dengan tidak teraturnya siklus produksi karena “molting”. Hal mana sangat berpengaruh terhadap efisiensi produksi, terutama pada efisiensi penggunaan pakan yang merupakan komponen biaya produksi terbesar. Kecamatan Amen dan Lebong Sakti merupakan sentral pembibitan itik di Kabupaten Lebong. Masyarakat di daerah tersebut, selain sebagai petani padi sebagian besarnya juga banyak yang bermata pencaharian sebagai peternak itik yang dapat terus dikembangkan guna menjawab kebutuhan masyarakat terhadap penyediaan sumber protein dan kesejahteraan peternak itik dan keluarganya. Untuk memenuhi ketersediaan itik di Kecamatan Lebong Sakti, salah satunya dipenuhi dari usaha pembibitan itik modern yang terletak di Desa Ujung Tanjung 2. Dalam usaha pembibitan tersebut menggunakan mesin penetas. Sedangkan untuk mendapatkan telur tetas, usaha pembibitan itik bekerja sama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Lebong yang artinya telur itik didapatkan dari Dinas tersebut. Sedangkan untuk pembibitan itik yang dikategorikan modern yang lainya terletak di Desa Garut dan Talang Bunut Kecamatan Amen, dalam mendapatkan telur tetas usaha pembibitan itik tersebut membeli di Desa Garut itu sendiri. Karena Desa Garut banyak peternak itik yang menjual telur itik untuk dijadikan bibit maupun untuk dikonsumsi. Begitu juga pembibitan itik yang dikategorikan tradisional yang terletak di Desa Garut, dalam mendapatkan telur itik yang akan ditetaskan dengan induk ayam atau induk itik usaha tersebut membeli atau mendapatkan telur dari Desa Garut itu sendiri. Sistem pembibitan itik modern cara penetasan telur itik yaitu dengan cara menggunakan mesin tetas, sedangkan untuk pembibitan itik tradisional menggunakan induk ayam dan itik. Waktu penetasan tersebut selama 25-28 hari, baik itu untuk pembibitan itik modern maupun pembibitan itik tradisional. Dalam pengolahan usaha ternak itik, setiap peternak mengupayakan agar hal yang diperoleh secara ekonomis menguntungkan, dimana biaya yang dikeluarkan dapat menghasilkan produksi maksimal. Sehingga pada akhirnya pendapatan peternak akan meningkat, dan dengan meningkatnya pendapatan maka secara otomatis tingkat kesejahteraan peternak tersebut akan meningkat. Penentuan lokasi penelitian ini ditentukan secara sengaja atau purposive yaitu di Kecamatan Lebong Sakti dan Amen Kabupaten Lebong. Dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Lebong Sakti dan Amen merupakan sentral pembibitan itik di Kabupaten Lebong. Pembibitan itik ini terdiri dari pembibitan itik modern dan tradisional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 25 orang peternak itik yang terdiri dari peternak pembibitan itik modern dan tradisional, diantaranya yaitu 5 orang peternak pembibitan itik modern dan 20 orang peternak pembibitan itik tradisional. Penentuan responden diambil menggunakan metode Slovin dari keseluruhan populasi yang terdapat di Desa Ujung Tanjung 2, Talang Bunut dan Garut. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah sampel yang didapat dalam penelitian ini adalah sebanyak 24 orang peternak itik. Diantaranya yaitu 5 orang peternak usaha pembibitan itik modern yang terdapat di Desa Garut 3 orang, Desa Talang Bunut 1 orang dan Desa Ujung Tanjung II 1 orang. Sedangkan peternak usaha pembibitan itik tradisional sebanyak 19 orang yang terdapat keseluruhan di Desa Garut. Penentuan besarnya pendapatan dilakukan dengan menggunakan analisis pendapatan usaha, sedangkan untuk menguji apakah terdapat perbedaan pendapatan kedua usaha pembibitan itik tersebut dilakukan dengan analisis uji beda rata-rata pendapatan. Perhitungan untuk mengetahui tingkat efisiensi kegiatan usaha pembibitan itik menggunakan R/C ratio. Berdasarkan hasil penelitian rata-rata pendapatan usaha pembibitan itik modern adalah sebesar Rp. 1.331.969,21 selama empat bulan, sedangkan rata-rata pendapatan usaha pembibitan itik tradisional sebesar Rp. 1.662.396,66 selama empat bulan. Setelah dilakukan uji beda pendapatan antara usaha pembibitan itik modern dan tradisional, pendapatan usaha pembibitan itik modern lebih kecil sama dengan pendapatan usaha pembibitan itik tradisional dimana perbedaan tersebut nyata pada taraf kepercayaan 95%. Nilai rata-rata hasil analisis R/C ratio pada usaha pembibitan itik modern di Kabupaten Lebong adalah sebesar 2,00 sedangkan R/C ratio pembibitan itik tradisional sebesar 2,15.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agribusiness
Depositing User: 033 Darti Daryanti
Date Deposited: 03 Feb 2015 11:41
Last Modified: 03 Feb 2015 11:41
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10447

Actions (login required)

View Item View Item