ANALISA LAJU PENDINGINAN MOULD COOLING PADA PRIMARY COOLING WATER CONTINUOUS CASTING MACHINE SLAB STEEL PLANT1 (STUDI KASUS DI PT. KRAKATAU STEEL-PERSERO CILEGON-BANTEN)

Puspawan, Angky (2015) ANALISA LAJU PENDINGINAN MOULD COOLING PADA PRIMARY COOLING WATER CONTINUOUS CASTING MACHINE SLAB STEEL PLANT1 (STUDI KASUS DI PT. KRAKATAU STEEL-PERSERO CILEGON-BANTEN). Telematik, 6 (4). pp. 3-17. ISSN 1979-8555

[img] Text (Article)
TELEMATIK FIX.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

PT.Krakatau Steel merupakan pabrik pengolah baja dengan produk yang beraneka ragam dalam bentuk lembaran maupun kawat. Dalam proses pembuatanya dilakukan pencetakan yang berbentuk baja lembaran tebal (slab) pada langkah awal produksi. Dalam proses pengecoran ini dilakukanya proses pendinginan dua tahapyaitu pendinginan yang berada didalam mesin cetak dan pendinginan yang berada di bawah mesin cetak. Proses pendinginan pada pengecoran ini sangat menentukan kualitas dari baja yang akan diproduksi. Padacontinuous casting machine PT.Krakatau Steel pencetakan slab dilakukan dengan cara mengalirkan baja cair ke mulut mould sehingga cairan baja akan turun kebawah secara konstant, dan pada dinding mould telah dilengkapi dengan mould cooling wateryang melewati bagian bagian dinding, dengan cara ini akan terjadi pendinginan secara konveksi sehingga cairan baja yang meleleh akan cepat membeku apabila bersentuhan dengan dinding mould. Laju pendinginanmould dipengaruhi oleh debit air dan beda suhu antara suhu inlet dan outlet. Yaitu suhu inlet air sebagai pendingin (Tc,in), suhu air keluar (Tc,out) dan juga liquid steel masuk (Th,in).Semakin besar nilai beda suhu antara inlet dan outlet maka nilai laju pendinginan semakin besar dan apabila suhu air pendingin yang masuk hanya mengalami sedikit kenaikan suhu, maka dapat dipastikan laju pendinginan tidak begitu efektif. Proses pendinginan pencetakan slab baja mengakibatkan adanya kalor yang hilang (kalor diserap oleh air). Dari hasil perhitungan didapat nilai rata-rata kalor yang dapat diserapoleh air pendingin pada mouldcooling di primary cooling waterPT. KrakatauSteel sebesar 645,6346kW.

Item Type: Article
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > Journal
Depositing User: 033 Darti Daryanti
Date Deposited: 04 Mar 2015 09:41
Last Modified: 04 Mar 2015 09:41
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10574

Actions (login required)

View Item View Item