ANALISIS KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR (STUDI KASUS PADA PASAR AMPERA KELURAHAN KETAPANG KECAMATAN PASAR MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN)

Wiyanti, Avrinita and Retno , Agustina Ekaputri and BIE , Indraswati (2015) ANALISIS KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR (STUDI KASUS PADA PASAR AMPERA KELURAHAN KETAPANG KECAMATAN PASAR MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN). Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
IV,V,LAMP,III-14-avr-FE.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (14MB)
[img] Text (Thesis)
I,II,III,III-14-avr-FE.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (16MB)

Abstract

Kebijakan pembangunan Kabupaten Bengkulu Selatan berdasarkan otonomi daerah diarahkan pada upaya peningkatan taraf hidup masyarakat dengan titik berat pada pembangunan ekonomi. Salah satu potensi yang dominan dalam menunjang pembangunan Kabupaten Bengkulu Selatan adalah sektor perdagangan. Salah satu kebijakan yang ditempuh Pemda Kabupaten Bengkulu Selatan dalam mengembangkan sektor perdagangan yaitu dengan kebijakan pengembangan pasar tradisional. Kebijakan pengembangan pasar tradisional yang dilaksanakan tersebut ternyata tidak berjalan secara optimal. Hal ini dapat ditunjukkan dari jumlah pedagang yang mengisi kios-kios yang tersedia di Pasar Ampera Kota Kelurahan Ketapang Kecamatan Ketapang Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Dalam penelitian ini, analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan tujuan pertama dari penelitian ini yaitu penyebab terjadinya permasalahan dalam pengembangan pasar Ampera. Sedangkan skala Likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap responden terhadap kebijakan yang dilaksanakan di Pasar Ampera Kabupaten Bengkulu Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan pasar Ampera adalah tingkat hunian kios yang terisi sedikit yaitu sekitar 60% yang mengindikasikan bahwa program pengembangan pasar tradisional yaitu pembangunan pasar tradisional baru belum mencapai hasil yang diharapkan. Kondisi ini ditambah lagi dengan penyewaan ulang tempat berdagang oleh pemilik kios yang lebih memilih berdagang di luar kios. Selain itu tidak adanya fasilitas pendukung pasar yang bisa meningkatkan kenyamanan jual beli seperti lahan pasar yang tidak memadai tidak adanya tempat sampah dan ketiadaan lahan untuk parkir sehingga pengunjung pasar kerap memarkir di sembarang tempat yang sulit untuk diawasi. Kebijakan pembangunan pasar Ampera didasarkan pada Perda Kabupaten Bengkulu Selatan No. 8 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan 2011-2031 adalah dengan membangun fasilitas berupa kios, ruko, los dan lapak yang ada di pasar Ampera. Tapi pada kenyataannya, permasalahan yang terjadi adalah tingkat hunian yang hanya 60%, sedangkan 40% adalah pedagang kaki lima. Selain itu, permasalahan yang dihadapi adalah tidak ada anggaran yang dialokasikan untuk pemeliharaan berbagai fasilitas yang ada di pasar Ampera sehingga meskipun pasar Ampera sudah cukup lama berdiri namun fasilitas yang dimiliki belum memenuhi standar fasilitas pasar, seperti tidak adanya lahan parkir, dan tidak adanya tempat pembuangan sampah. Berdasarkan Matriks Grand Strategy di atas diketahui bahwa dalam strategi pengembangan Pasar Ampera Kelurahan Ketapang Kecamatan Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan berada pada kuadran IV yaitu merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan, Pasar Ampera tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. Maka dalam strategi pengembangan pasar Pasar Ampera Kelurahan Ketapang Kecamatan Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, strategi yang harus dilaksanakan dengan menggunakan Strategi WT: yaitu strategi yang disusun dengan cara memperbaiki kekurangan untuk mendapatkan peluang. Adapun strategi yang bisa ditempuh adalah 1. Adanya dana perbaikan/ pembangunan pasar dari APBD (W1, W3,W4, W6, T2) 2. Meningkatkan kerjasama antara petugas keamanan untuk menertibkan pedagang sayur/perabotan berjualan di areal pasar (W4, T4) 3. Penghapusan retribusi untuk pemilik ruko, kios, dan los (T3, W1) Saran yang disampaikan dalam penelitian ini adalah: Disarankan kepada pemerintah agar menyediakan anggaran untuk perbaikan fasilitas-fasilitas penting bagi pasar Ampera seperti perluasan pasar dan pengadaan tempat pembuatan sampah atau meningkatkan jumlah mobil pengangkut sampah untuk mengurangi sampah yang menumpuk pada saat aktivitas pasar sedang buka. DanAdanya peningkatan kesadaran untuk memelihara fasilitas-fasilitas pendukung pasar seperti WC, dan selokan sehingga menciptakan kenyamanan bagi kegiatan jual beli di pasar Ampera.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Postgraduate Program > Magister Perencanaan Pembangunan
Depositing User: 021 Nanik Rahmawati
Date Deposited: 24 Mar 2015 10:42
Last Modified: 24 Mar 2015 10:42
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10665

Actions (login required)

View Item View Item