“INDUK SEMANG” SEBUAH MODEL PERLINDUNGAN SOSIAL BAGI KELOMPOK NELAYAN JAKAT MAKMUR KOTA BENGKULU

Osira, Yessilia and Desy , Afrita and Novi , Hendrika Jayaputra (2015) “INDUK SEMANG” SEBUAH MODEL PERLINDUNGAN SOSIAL BAGI KELOMPOK NELAYAN JAKAT MAKMUR KOTA BENGKULU. PEKSOS, 13 (1). pp. 1-14. ISSN 1412-5153

[img] Text (Article)
yessilia5.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (8MB)

Abstract

Kawasan Pantai Jakat berada di wilayah Kelurahan Bajak dan Kelurahan Pasar Bengkulu Kota Bengkulu. Pada kawasan ini ditemukan aktifitas pekerja sektor informal yang mengalami berbagai kerentanan, baik secara ekonomi maupun sosial sehingga membutuhkan berbagai upaya perlindungan sosial. Salah satu pekerja sektor informal di kawasan ini adalah nelayan. Secara khusus penelitian ini mengkaji bentuk perlindungan sosial bagi nelayan di Kawasan Pantai Jakat Kota Bengkulu. Artikel ini merupakan hasil penelitian tindakan (action research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data mengggunakan teknik wawancara, observasi, diskusi kelompok terfokus dan studi dokumentasi untuk mengkaji tentang: 1) profil nelayan, 2) masalah/kebutuhan nelayan, 3) potensi dan sumber perlindungan sosial bagi nelayan dan 4) menyusun rencana tindak lanjut perlindungan sosial bagi nelayan. Validasi data dilakukan melalui uji kredibilitas, dan uji dependability. Data kemudian diolah dan dianalisa secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan mengalami berbagai kerentanan, seperti halnya pekerja sektor informal lainnya yang tidak terlindungi secara ekonomi maupun sosial. Bagi nelayan, kerentanan tersebut lebih diakibatkan oleh risiko kondisi alam yang tidak menentu seperti badai, risiko kerusakan/hilangnya kapal dan jaring, risiko persaingan usaha dengan adanya kapal trawl yang menggunakan pukat harimau, yang kesemuanya mempengaruhi hasil tangkapan. Meskipun demikian, nelayan juga mempunyai potensi, kemampuan dan sumber perlindungan sosial untuk mengantisipasi risiko-risiko yang ada, seperti adanya kelompok nelayan, kelompok pedagang, adanya “induk semang” bagi nelayan-nelayan yang tidak mempunyai kapal dan jaring sendiri, adanya peluang akses terhadap jaminan kesehatan masyarakat dari pemerintah, serta berbagai bantuan pemerintah dan masyarakat. Dengan menyandingkan antara permasalahan/kebutuhan, potensi, dan sistem sumber yang dapat dijangkau, maka dapat dirumuskan alternatif model perlindungan bagi pekerja informal khususnya nelayan. Model ini merupakan modifikasi dari sistem” induk semang” yang dipadukan dengan penguatan kapasitas nelayan melalui kelompok. Pengorganisasian ini dilakukan dengan melibatkan secara aktif kelompok nelayan, induk semang, masyarakat, pemerintah dan pihak lain yang terkait.

Item Type: Article
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Journal
Depositing User: 021 Nanik Rahmawati
Date Deposited: 26 Mar 2015 10:18
Last Modified: 26 Mar 2015 10:18
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10700

Actions (login required)

View Item View Item