PENGARUH SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROPINSI BENGKULU

Mustafa, Sri Kalsum and Mintargo, Mintargo and Antoni , Sitorus (2015) PENGARUH SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROPINSI BENGKULU. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
I,II,III,III-14-sri-FE.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (4MB)
[img] Text (Thesis)
IV,V,LAMP,III-14-sri-FE.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor sebagai penyumbang perekonomian di Provinsi Bengkulu. Peranan sektor ini di Provinsi Bengkulu menjadi sangat penting di tengah permasalahan ketenagakerjaan. Penyerapan dan penempatan tenaga kerja masih menjadi permasalahan karena kurangnya kesempatan kerja di sektor yang lain sehingga sektor pertanian menjadi andalan baik dari pertumbuhan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis Ppengaruh sektor pertanian terhadap perekonomian di Provinsi Bengkulu, menganalisis pengaruhnya terhadap penyerapan tenaga kerja dan mengkaji elastisitas tenaga kerja.Data yang digunakan berasal dari data sekunder yang bersumber dari publikasi PDRB dan publikasi Sakernas (Survei Angkatan Kerja Nasional) selama kurun waktu Tahun 1995–2013. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan tabulasi dan analisis regresi. Variabel yang digunakan adalahPDRB sektor pertanian dan penyerapan tenaga kerja. Hasilnya menunjukkan bahwa pertama, kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian Provinsi Bengkulu lebih dari 37% dan subsektor tanaman bahan makanan sebagai subsector penyumbang terbesar. Kedua, PDRB sektor pertanian berpengaruh secara signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai R2 sebesar 89% dan ketiga, Laju penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian di Provinsi Bengkulu selama Tahan 1995-2013 lebih kecil daripada laju produktivitasnya dengan nilai elastisitas sebesar 0,3. Untuk itu, pemerintah daerah perlu melakukan regulasi sektor pertanian sehingga dapat meningkatkan investasi dan nilai tambah sektor pertanian, melakukan upgrade pengetahuan dan teknologi petani serta melakukan industrialisasi yang menggunakan bahan bakau hasil pertanian.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Postgraduate Program > Magister Perencanaan Pembangunan
Depositing User: 021 Nanik Rahmawati
Date Deposited: 06 Apr 2015 09:07
Last Modified: 06 Apr 2015 09:07
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10737

Actions (login required)

View Item View Item