EVENT STUDI ABNORMAL RETURN PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TERKAIT GUGATAN PEMILIHAN PRESIDEN DAN GUGATAN UJI MATERI UU MD3 PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI INDEKS LQ-45

Wijaya, M. Agung Andrea and Kamaludin, Kamaludin and Paulus , Suluk Kananlua (2015) EVENT STUDI ABNORMAL RETURN PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TERKAIT GUGATAN PEMILIHAN PRESIDEN DAN GUGATAN UJI MATERI UU MD3 PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI INDEKS LQ-45. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
IV,V,LAMP,III-14-agu-FE.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (10MB)
[img] Text (Thesis)
I,II,III,III-14-agu-FE.pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (8MB)

Abstract

Pasar modal memiliki peran besar bagi perekonomian suatu negara karena pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus, fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Dengan adanya pasar modal, diharapkan aktivitas perekonomian dapat meningkat karena pasar modal merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan, sehingga dapat beroperasi dengan skala yang lebih besar, dan selanjutnya akan meningkatkan pendapatan perusahaan dan kemakmuran masyarakat luas (Manan, 2009). Pasar modal sebagai instrumen ekonomi, tidak lepas dari pengaruh faktor makro, baik dari lingkungan ekonomi maupun lingkungan non ekonomi. Peristiwa- peristiwa politik, hukum merupakan bagian dari lingkungan non ekonomi yang dapat berpengaruh pada pasar modal, karena dinamika situasi tersebut pada dasarnya berpengaruh pada kondisi perekonomian suatu negara. Stabilitas politik dan hukum yang diikuti dengan stabilitas kondisi ekonomi, akan membuat investor merasa aman untuk menginvestasikan dananya di pasar modal. Adapun peristiwa politik dan hukum yang menjadi pusat perhatian secara nasional bahkan internasional adalah keputusan Mahkamah Konstitusi terkait gugatan pemilihan presiden (pilpres) yang diajukan oleh pasangan Prabowo-Hatta pada tanggal 21 Agustus 2014 dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan uji materi UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) yang diajukan oleh para politikus dari PDIP, termasuk ketua umum Megawati Soekarnoputri pada tanggal 29 September 2014 yang telah menimbulkan reaksi pasar modal di Indonesia dalam hal ini Bursa Efek Indonesia (BEI). Peristiwa politik dapat berdampak positif maupun negatif bagi kestabilan iklim kondusif yang diinginkan oleh para investor untuk berinvestasi pada suatu negara, harapan mereka terhadap setiap peristiwa politik yang terjadi akan tercermin pada gejolak atau dinamika Pasar Modal. Event study dapat digunakan untuk menguji kandungan informasi dari suatu peristiwa. Pengujian kandungan informasi dimaksudkan untuk melihat reaksi dari suatu peristiwa, jika peristiwa mengandung informasi, maka diharapkan pasar akan bereaksi pada waktu berita tentang peristiwa tersebut diterima oleh pasar. Reaksi pasar ditujukan dengan adanyaperubahan harga dengan menggunakan return dari sekuritas bersangkutan. Reaksi ini dapat diukur dengan Abnormal return pada investor. Sebaliknya jika peristiwa tidak mengandung informasi, tidak akan memberikan abnormal return kepada investor. Abnormal return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi terhadap normal return yang merupakan return yang diharapkan oleh investor (expected return). Objek penelitian yang diambil dalam penelitian ini adalah LQ-45 dimana didalamnya berisi saham-saham perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data harga saham harian dalam interval waktu 5 hari sebelum dan 5 hari setelah peristiwa keputusan Mahkamah Konstitusi terkait gugatan Pemilihan Presiden dan gugatan uji materi UU MD3. Data penelitian ini diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dunia investasi. Untuk menguji kandungan informasi alat statistik yang digunakan adalah uji beda One Sample T-Test sedangkan untuk menguji Cumulative Average Abnormal Return digunakana dua sampel berpasangan (Paired Sample T-Test) dengan menggunakan program SPSS 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dengan menggunakan uji statisktik One Sample T-Test disimpulkan bahwa terdapat kandungan informasi sebesar 0,016 pada hari ke tiga setelah Mahkamah Konstitusi mengumumkan keputusan gugatan Pemilihan Presiden. Untuk peristiwa Gugatan uji Materi UU MD3 kandungan informasi terdapat pada hari perisitiwa (event date) 0,016 dan hari ke lima 0,022 setelah Keputusan Gugatan Uji Materi MD3 tersebut diumumkan. Abnormal return yang negatif disebabkan karena investor mendapatkan informasi yang buruk sehingga mereka banyak menjual sahamnya. Terjadinya kericuhan massa pendukung Prabowo yang merangsek barikade polisi dan melemahnya tukar rupiah menjadi faktor yang menyebabkan return negatif. (2) Berdasarkan uji statistik Paired Sample T-Test ditemukan bahwa terdapat perbedaan Cumulative Average Abnormal Return (CAAR) yang signifikan (0,009) sebelum dan setelah perisitiwa Mahkamah Konstitusi mengumumkan keputusan Gugatan Pemilihan Presiden dan sebesar 0,004 pada peristiwa keputusan Gugatan Uji Materi UU MD3. Hasil ini lebih kecil dari taraf signifikansi yang telah ditetapkan sebesar 0,05. CAAR yang semakin menurun setelah keputusan disebabkan penjualan saham yang beredar lebih besar daripada pembelian saham dan adanya kekhawatiran investor terhadap pemerintahan Jokowi yang disebabkan oleh sedikitnya pendukung pemerintah yang akan membantu memuluskan kebijakannya. Selain itu juga menurunnya return dikarenakan Indonesia yang menganut multipartai menyebabkan kestabilan politik sulit untuk dijaga karena banyaknya kepentingan-kepentingan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Postgraduate Program > Magister Manajemen
Depositing User: 021 Nanik Rahmawati
Date Deposited: 08 Apr 2015 11:21
Last Modified: 08 Apr 2015 11:21
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10773

Actions (login required)

View Item View Item