ESTIMASI TINGKAT KEMISKINAN PADA LEVEL DESA DIKABUPATEN MUKOMUKO DENGAN MENGGUNAKAN SMALL AREA ESTIMATION

Etis, Sunandi and Pepi, Novianti and Idhia , Sriliana and Dian, Agustina (2015) ESTIMASI TINGKAT KEMISKINAN PADA LEVEL DESA DIKABUPATEN MUKOMUKO DENGAN MENGGUNAKAN SMALL AREA ESTIMATION. Project Report. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Bengkulu, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Monograph)
lap estimasi dian.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial yang mendasar yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia. Hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan September 2012, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28.59 juta orang (11.66 %). BPS (September 2012b) mencatat bahwa Bengkulu menduduki peringkat dua terbawah provinsi termiskin di Sumatera yaitu sebesar 17.51 %. Banyak program pengentasan kemiskinan yang telah dilakukan oleh pemerintah. Walaupun demikian, penurunan jumlah penduduk miskin dari tahun ke tahun terasa sangat lambat. Hal ini dikarenakan oleh ketidaktepatan program pengentasan kemiskinan. Ketidaktepatan program kemiskinan diantaranya disebabkan oleh kurangnya data yang akurat tentang kemiskinan di suatu wilayah. Sementara itu, ketersedian data kemiskinan sangatlah minim. Metode statistika yang sering digunakan upaya mendapatkan suatu informasi yang akurat tentang kemiskinan adalah Small Area Estimation (SAE). Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tingkat kemiskinan lebih lanjut. Penelitian ini akan menggunakan model Logit-Normal yang diterapkan pada pengestimasian tingkat kemiskinan level desa di Kabupaten Mukomuko. Pendugaan parameter model Logit-Normal melalui metode Hierarcical Bayes dengan algoritma Metropolis-Hasting guna membangkitkan sampel penduga parameter sebanyak 500 sampel. Model dibangun dengan menggunakan data sampel area yang ada hingga diperoleh suatu persamaan model linier. Selanjutnya model linier tersebut digunakan untuk mengestimasi tingkat kemiskinan pada area yang tidak tersampling. Sehingga diperoleh penduga tingkat kemiskinan di seluruh desa di Kabupaten Mukomuko. Pada akhirnya akan disajikan dalam bentuk peta kemiskinan. Dari hasil pendugaan disimpulkan bahwa pendugaan proporsi melalui Hirearchical Bayes (HB) lebih baik daripada Penduga proporsi langsung. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar MSE dari penduga proporsi HB lebih kecil daripada MSE penduga Langsung. Prediksi proporsi kemiskinan di seluruh desa Kabupaten Mukomuko berkisar antara 3,6% sampai dengan 90.4%. Proporsi kemiskinan terkecil berada di Desa Ranah Karya Kecamatan Lubuk Pinang dan proporsi Terbesar pada Desa Pulai Payung Kecamatan Ipuh. Hasil ini pun menunjukkan terdapat 59 (38.82%) desa memiliki proporsi kemiskinan di atas 0.5. Artinya, 59 desa di Kabupaten Mukomuko merupakan desa miskin. Sebaliknya ada 93 (61.18%) desa memiliki proporsi kemiskinan di bawah 0.5. Artinya, 93 desa di Kabupaten Mukomuko bukan merupakan desa miskin. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar penduduk desa di Kabupaten Mukomuko tidak berada di bawah garis kemiskinan. Penyebaran kemiskinan di Kabupaten Mukomuko menyebar di di bagian Timur Laut dan Tenggara dari Kabupaten Mukomuko. Pada bagian timur laut Kecamatan V Koto, Selagan Raya, dan Teras Terunjam memiliki rata-rata proporsi kemiskinan yang tinggi. Sedangkan di bagian Tenggara Kabupaten Mukomuko, Kecamatan Air Rami dan Malin Deman memiliki rata-rata proporsi kemiskinan yang tinggi.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Faculty of Math & Natural Science > Department of Math Science
Depositing User: 021 Nanik Rachmawati
Date Deposited: 10 Jul 2015 09:38
Last Modified: 10 Jul 2015 09:38
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10970

Actions (login required)

View Item View Item