PERANAN LEMBAGA ADAT SUKU ENAM DALAM PELESTARIAN PROSESI PERKAWINAN ADAT SERAWAI DI KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA

Edytiawarman, Edytiawarman (2015) PERANAN LEMBAGA ADAT SUKU ENAM DALAM PELESTARIAN PROSESI PERKAWINAN ADAT SERAWAI DI KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SELUMA. Kutei, 28 (1). pp. 67-83. ISSN 1412-9639

[img]
Preview
Text (Article)
Jurnal Kutei April 2015.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (743kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana peranan Lembaga Adat Suku Enam dalam rangka pelestarian prosesi perkawinan Adat Serawai dan Upaya-upaya apa yang telah dilakukan oleh Lembaga Adat Suku Enam dalam rangka pelestarian hukum perkawinan adat Serawai serta hambatan-hambatan apa yang dihadapi Lembaga Adat Suku Enam dalam rangka pelestarian hukum perkawinan adat Serawai di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Penelitian adalah penelitian hukum empiris, metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan tokoh-tokoh adat serta terlibat langsung pada saat prosesi perkawinan itu dilakukan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan lembaga adat suku enam dalam prosesi perkawinan sangat penting guna mempertahankan nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat serawai khususnya masyarakat serawai di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma. Dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan adat istiadat dalam perkawinan, Lembaga Adat Suku Enam ini bekerjasama dengan kepala desa setempat, menyusun aturan mengenai tata cara perkawinan, persyaratan perkawinan adat dan sanksi perkawinan yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat adat sekarang ini. Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mempertahankan prosesi perkawinan adat serawai oleh lembaga adat suku enam adalah kurangnya perhatian dan minat generasi muda untuk mempertahankan dan mempelajari nilai-nilai budaya dan adat serawai di era kehidupan medern sekarang ini. Disamping itu untuk melaksanakan kegiatan prosesi upacara perkawinan adat dalam suatu perkawinan membutuhkan biaya dan waktu yang lama serta semakin berkurangnya tokoh-tokoh adat yang menguasai prosesi perkawinan adat yang ada di lingkungan lembaga ada suku enam tersebut.

Item Type: Article
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law > Journal
Depositing User: 022 Gofar Ismail
Date Deposited: 20 Aug 2015 11:43
Last Modified: 10 Dec 2017 01:53
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/10992

Actions (login required)

View Item View Item