DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP KETAHANAN PANGAN BERAS

Santosa, I Gusti Ngurah and Gede , Menaka Adnyana and I Ketut , Kartha Dinata (2011) DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP KETAHANAN PANGAN BERAS. In: Seminar Nasional Budidaya Pertanian, 07 Juli 2011, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.

[img]
Preview
Text (Seminar-Workshop)
1-Makalah Santoso - UNUD Bali-Ok.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (66Kb) | Preview
Official URL: http://faperta.unib.ac.id

Abstract

Beras merupakan bahan makanan pokok utama rakyat Indonesia. Kebutuhan beras dari tahun ke tahun terus meningkat karena kenaikan jumlah penduduk dan kebutuahan ini harus terpenuhi. Kekurangan pangan berpengaruh pada gizi buruk, kesehatan, dan sekaligus menurunkan kualitas sumberdaya manusia. Oleh karena itu, pemerintah senantiasa terus berupaya untuk memiliki serta memelihara ketahanan pangan khususnya beras. Namun seiring dengan usaha tersebut di dalam operasionalnya, masalah vital yang dihadapi saat ini adalah adanya alih fungsi lahan sawah. Alinh fungsi lahan sawah dari tahun ke tahun terus meningkat. Apabila situasi ini terus berlangsung dikawatirkan dapat mengancam ketahanan pangan beras. Parahnya lahan yang sudah dialihfungsikan tidak bisa dikembalikan menjadi lahan sawah seperti semula. Di lain pihak untuk pencetakan sawah baru jumlahnya sangat sedikit terkendala oleh biaya tinggi dan waktu yang lama. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam tulisan ini ingin dipelajari potensi dan alih fungsi lahan sawah, produksi dan kebutuhan beras, kendala dan strategi untuk memiliki dan memelihara ketahanan pangan beras. Berdasarkan studi yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa alih fungsi lahan sawah sulit dihentikan, usaha untuk mempertahankan atau memelihara ketahanan pangan beras ke depan akan semakin sulit, sinergi komponen-komponen antara luas baku lahan sawah, penterapan paket teknologi peningkatan produksi dan pengendalian jumlah penduduk masih belum mantap. Oleh karena itu sangat perlu ada sawah abadi, regulasi untuk melindungi lahan sawah, dan perlu dibuat model sinergi antara luas lahan sawah, penerapan paket teknologi dan jumlah penduduk sehingga ketahanan pangan tetap terjaga.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Soil Science
Depositing User: 001 Bambang Gonggo Murcitro
Date Deposited: 01 May 2012 22:10
Last Modified: 07 Jun 2012 23:40
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/115

Actions (login required)

View Item View Item