BAHASA DAN POLITIK UNGKAPAN SIMBOLIK CALON PRESIDEN PADA MASA KAMPANYE PILPRES 2009

Yuliati, Yuliati (2016) BAHASA DAN POLITIK UNGKAPAN SIMBOLIK CALON PRESIDEN PADA MASA KAMPANYE PILPRES 2009. IDEA, 6 (23). pp. 1-13. ISSN 1978-3531

[img]
Preview
Archive (Article)
IDEA.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (20MB) | Preview

Abstract

Sifat kritis masyarakat saat ini cenderung tidak hanya melihat dari isi pesan politik yang dikemas secara baik, tetapi juga melihat imbalan (reward) yang akan didapat. Dalam mempengaruhi khalayak, bahasa politik juga harus dikemas sesuai dengan jenis khalayak. Pengemasan bahasa politik bukan hanya tergantung siapa yang mengucapkan, tetapi lebih kepada isi pesan, kreativitas dan profil pemimpin yang disajikan kepada masyarakat. Untuk mempengaruhi khalayak dalam menyampaikan pesan politik juga harus dikemas sesuai dengan khalayak sasarannya. Rumusan brand positioning, sebagai salah satu strategi komunikasi politik juga harus disusun agar pencitraan calon presiden dapat lebih baik di mata para pemilih. Sekarang ini pasangan capres mulai beradu strategi dalam menjalankan komunikasi politiknya. Strategi demi strategi sudah dirancang sedemikian rapi, jadwal kampanye, hingga dialog bagi masyarakat juga telah digelar yang bertujuan untuk mendekati masyarakat sebagai pemegang kedaulatan. Bahasa sebagai medium interaksi dan komunikasi sosial tidak mungkin terpisahkan dari tindakan dan aktivitas dalam wacana kehidupan manusia. Bahwa metafora adalah sebagai ungkapan yang maknanya tidak dapat dijangkau secara langsung dari lambang karena makna yang dimaksud terdapat pada prediksi ungkapan itu. Ungkapan metafora para elite politik dalam berbagai kampanye yang disampaikan merupakan bahasa kiasan yang dimaksudkan untuk mengunggulkan diri sendiri dan menjatuhkan lawan mainnya. Ungkapan metafora digunakan sebagai bentuk komunikasi persuasif elite politik dalam mempengaruhi massa guna mendapatkan dukungan dan simpati massa. Ungkapan metafora digunakan untuk menempatkan brand positioning, sebagai salah satu strategi komunikasi politik juga harus disusun agar pencitraan calon presiden dapat lebih baik di mata para pemilih.

Item Type: Article
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Journal
Depositing User: 161 Septi Septi
Date Deposited: 17 Nov 2016 04:58
Last Modified: 17 Nov 2016 04:58
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/11542

Actions (login required)

View Item View Item