SELEKSI POPULASI MUTAN HASIL INDUKSI MUTASI DENGAN IRADIASI SINAR GAMMA PADA ANGGREK Spathoglottis plicata Blume ASAL BENGKULU BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN

Romeida, Atra (2010) SELEKSI POPULASI MUTAN HASIL INDUKSI MUTASI DENGAN IRADIASI SINAR GAMMA PADA ANGGREK Spathoglottis plicata Blume ASAL BENGKULU BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI TANAMAN. Project Report. Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. (Unpublished)

[img]
Preview
Archive
B24 ATRA LAPORAN PENELITIAN 1.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (14MB) | Preview

Abstract

Kebutuhan taman sebagai jalur hijau, penambah keindahan kota, tanaman hias pembatas jalan dan ornamen taman mini di daerah perumahan di perkotaan saat ini sangat penting dan sudah menjadi kebutuhan mutlak. Untuk itu dibutuhkan tanaman unggul yang mampu tumbuh dengan baik pada kondisi marginal, minim perawatan dan berpenampilan menarik dan unik serta dapat diproduksi secara massal. Anggrek Spathoglottis plicata merupakan salah satu tanaman hias yang memenuhi persyaratan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakuakan Identifikasi seleksi Populasi mutan hasil iradiasi plantlet di rumah kawat. Karakter utama sebagai kriteria seleksi adalah terjadinya perubahan pada bentuk dan warna daun serta bentuk dan warna bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan seleksi mutan hasil iradiasi plantlet berdasarkan karakter morfologi terutama bentuk dan warna daun serta bentuk dan warna bunga di rumah kawat. Percobaan ini dilaksanakan mulai dari bulan Maret – November 2010. Perbanyakan bahan tanam dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Dept.AGH IPB Bogor . Iradiasi dilaksanakan 2 kali di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Pasar Jumat, Jakarta. Sumber iradiasi digunakan sinar gamma hasil ionisasi Cobalt 60 (60Co) melalui alat Irradiator Gamma Chamber 4000A type Irpasena (buatan India). Bahan penelitian adalah lini klon plantlet anggrek S. plicata asal Bengkulu. Iradiasi akan dilakukan sekali saja dengan cara iradiasi akut. Tahap pertama plantlet diiradiasi dengan 9 taraf dosis iradiasi sinar gamma (0, 50, 100, 150, 200, 250, 300, 350 dan 400 Gy). Setiap dosis menggunakan bahan tanam (plantlet) sebanyak 50 Lini Klon plantlet per dosis. Tahap kedua dosis diiradiasi yang digunakan adalah 0, 75, 100, 150, 225 Gy. Masing-masing dosis diradiasi sebanyak 100 tanaman. Plantlet yang telah diradiasi langsung diaklimatisasi pada medium aklimatisasi terbaik. Pengamatan dilakukan mulai dari 1 bulan setelah iradiasi. Parameter yang diamati adalah persentase plantlet hidup, persentase kematian plantlet, warna plantlet dan perubahan morfologi yang terjadi selama fase vegetatif dan generatif.

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 001 Bambang Gonggo Murcitro
Date Deposited: 07 Jun 2017 08:02
Last Modified: 07 Jun 2017 08:02
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/11729

Actions (login required)

View Item View Item