PERBANYAKAN BIBIT BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper) SECARA IN VITRO

Romeida, Atra and Eko, Suprijono (2015) PERBANYAKAN BIBIT BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper) SECARA IN VITRO. In: Prosiding Seminar Nasional dan Rapat Tahunan Dekan Bidang Ilmu Pertanian BKS-PTN Wilayah Barat. Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya, Palangka Raya, pp. 245-254. ISBN ISBN 978-602-74339-6-0

[img] Archive
B20 ATRA PROSIDING SEMIRATA DEKAN 2015.pdf - Bibliography
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (68MB)

Abstract

Pertemuan Nasional Strategi Penelitian Bambu (1994) menetapkan 12 spesies bambu yang diprioritaskan untuk dikembangkan di Indonesia, diantaranya adalah bambu betung (Dendrocalamus asper). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik sterilisasi eksplan dan mendapatkan komposisi medium perbanyakan in vitro yang terbaik untuk menghasilkan bibit bambu dalam jumlah besar dan seragam. Percobaandilakukandi Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu mulai dari bulan Juni sampai Desember 2013. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua tahap penelitian. Tahap pertama menggunakan 3 teknik sterilisasi bertahap terhadap eksplan buku batang tanaman bambu betung dewasa. Tahap kedua menggunakan 3 jenis medium in vitro (M1= Medium Murashige dan Skoog (MS), M2 = Medium B5 dan M3 = Medium Woody Plant Medium (WPM)) dengan penambahan 5 taraf konsentrasi BAP dan Kinetin (0, 5, 10, 15 dan 20 mg L-1), setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sterilisasi yang mampu menghasilkan eksplan steril terbanyak sampai dengan 4 minggu setelah eksplan ditanam yaitu menggunakan metode 3 (Eksplan dicuci dengan deterjen, dibilas dengan air mengalir, direndam dengan 0,1% HgCl2, direndam di dalam 10%Natrium hipoklorida selama 20 menit, dibilas 3 kali dengan aquadest steril, sebelum ditanam ekplan direndam dalam aquadest steril +betadin), metode 3menghasilkan persentase eksplan steril tertinggi mencapai 73,33%. Medium yang mampu menginduksi pembentukan tunas mikro terbanyak adalah medium MS dan medium B5 dengan penambahan 15 mg L-1 BAP dengan persentase eksplan membentuk tunas mencapai 80% dan 60%, jumlah tunas mikro terbanyak yaitu 1,5 dan 2 tunas per eksplan serta panjang tunas mikro terpanjang 2,75 cm dan 3,44 cm.

Item Type: Book Section
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 001 Bambang Gonggo Murcitro
Date Deposited: 12 Jun 2017 06:08
Last Modified: 12 Jun 2017 06:08
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/11742

Actions (login required)

View Item View Item