POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK PENDERITA AUTIS POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK PENDERITA AUTIS POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN (Studi kasus pada Keluarga yang Mempunyai Anak Penderita autis di Kota Bengkulu) (Studi kasus pada Keluarga yang Mempunyai Anak Penderita autis di Kota Bengkulu) (Studi kasus pada Keluarga yang Mempunyai Anak Penderita autis di Kota Bengkulu)

Saputra, Purnama Indah and Saragih, Rasianna Br. and Yudisiani, Yudisiani (2017) POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK PENDERITA AUTIS POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK PENDERITA AUTIS POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN (Studi kasus pada Keluarga yang Mempunyai Anak Penderita autis di Kota Bengkulu) (Studi kasus pada Keluarga yang Mempunyai Anak Penderita autis di Kota Bengkulu) (Studi kasus pada Keluarga yang Mempunyai Anak Penderita autis di Kota Bengkulu). Undergraduated thesis, UNIVERSITAS BENGKULU.

[img] Archive (TESIS)
skripsi putra ok.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (29MB)

Abstract

Tidak semua orang tua mampu mendidik anaknya dengan pola komunikasi khusus sesuai dengan kebutuhan dan karakter anak autis. Anak penderita autis sulit untuk berinteraksi serta berkomunikasi, anak penderita autis juga memiliki kekurangan mempersepsikan bahasan yang disampaikan orang lain, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi antar pribadi orang tua dan anak penderita autis di Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, mencoba mengetahui variasi pola komunikasi orang tua terhadap anak autis melalui pola otoriter, demokratis dan permisif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tiga informan menerapkan pola demokratis, satu informan menerapkan pola komunikasi permisif dan tidak ada informan yang menerapkan pola otoriter dalam berkomunikasi dengan anaknya. Anak penderita autis mayoritas penderita autis tipe ADS (spektrum autisme disorder). Kualitas dari gangguan tipe ini lebih ringan sehingga masih bisa bertatap mata, ekspresi wajahnya tidak terlalu datar, dan masih bisa diajak bergurau. Orang tua yang menerapkan pola komunikasi demokratis adalah Ibu Rita, Ibu Hartati dan Bapak Hibni Warisin, ditandai dengan pemberian kebebasan terhadap anak untuk menentukan pilihannya tetapi dalam hal ini orang tua juga mempunyai aturan yang harus diberikan, orang tua tidak mengharuskan anak untuk mengerti setiap kemauannya, namun orang tua mampu memberikan pesan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan anak autis. Orang tua yang menerapkan pola permisif dalam berkomunikasi yaitu informan Endah Nurhayati, ditandai dengan banyak membebaskan anaknya dalam segala hal, bersikap lebih mengalah, menuruti semua keinginan anaknya. Tidak adanya orang tua yang menerapkan pola komunikasi otoriter dalam penelitian ini dikarenakan orang tua telah mendapatkan pemahaman yang cukup dari tenaga pendidik Autis Center Bengkulu mengenai bagaimana berkomunikasi dengan anak berkebutuhan khusus. Orang tua mengatakan sebelum anaknya mengikuti terapi di Autis Center Bengkulu, pola otoriter yang diterapkan para orang tua dalam berkomunikasi dengan anaknya, bahkan Informan Ibu Hartati menyatakan pernah menggunakan tangan dan kaki (fisik) ketika memberitahukan anak ketika ia merusak barang di rumah. Begitu juga dengan Informan Bapak Hibni Wasin bahwa dahulu selalu terbawa emosi dan harus memaksa anak supaya mengikuti arahannya.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Communication
Depositing User: 022 Lili Haryanti
Date Deposited: 10 Oct 2017 03:49
Last Modified: 10 Oct 2017 03:49
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12354

Actions (login required)

View Item View Item