PERANAN KEPUASAN KERJA DALAM HUBUNGAN KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PEGAWAI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN KAUR

Feferman, Harles and Slamet, Widodo and Iskandar, Zulkarnain (2017) PERANAN KEPUASAN KERJA DALAM HUBUNGAN KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PEGAWAI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN KAUR. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
TESIS HARLES OK.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Masalah1pekerjaan dan keluarga menjadi dua hal sentral dalam kehidupan orangdewasa, terutama pria dan wanita yangbekerja, dan masalah tersebut telah lamamenjadi subjek penelitian. peran yangdituntut dalam pekerjaan dan keluargaakan saling mempengaruhi. Pemenuhanperan dalam pekerjaan/keluarga akanmenimbulkan kesulitan untuk memenuhiperan keluarga/pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis pengaruh konflik pekerjaan-keluarga terhadap komitmen organisasional pegawai Pemerintahan Daerah Kabupaten Kaur. (2) Untuk menganalisis pengaruh konflik pekerjaan-keluarga terhadap kepuasan kerja pegawai Pemerintahan Daerah Kabupaten Kaur. (3) Untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja terhadap komitmen organisasional pegawai Pemerintahan Daerah Kabupaten Kaur. (4) Untuk menganalisis pengaruhperanan kepuasan kerja dalam hubungan konflik pekerjaan-keluargadengan komitmen organisasional pegawai Pemerintahan Daerah Kabupaten Kaur Pasewark & Viator (2006) menyimpulkan konflik pekerjaan keluarga berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja.Secara alamiah, pegawai yang merasasenang dan cocok bekerja dalam suatu organisasi akan berupaya menjaga komitmennya pada organisasi. Hubungan negatif antara konflik pekerjaankeluarga dan komitmen organisasional nampak pada individual yang mengalami kesulitan dalam menyelaraskan peranannya di keluarga maupun di pekerjaan akan kurang berkomitmen kepada organisasinya. Bozeman & Perrewe (2006); Bhatnagar (2011) mendapatkan individual yang mengalami konflik antara pekerjaannya dan keluarganya akan mengalami “kekaburan” dan menyebabkan terjadinya penurunan komitmen organisasional pada individual tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian surveidengan pendekatan explanatory research. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknikpurposive sampling sebanyak 109 responden.Pengumpulan data dengan metode kuesioner dan penentuan skala pengukuran dari masing-masing pertanyaan menggunakan skala Likert lima point. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM)pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian membuktikan bahwa konflik pekerjaan keluarga berpengaruh tidak signifikan dengan kepuasan kerja. Hasil ini mengkonfirmasi penelitian oleh Agustina (2008) dan Abbott et al. (2008) yang menjelaskan konflik antara tanggung jawab pekerjaan dan keluarga mengakibatkan rendahnya kepuasan kerja, meningkatnya absensi, menurunkan motivasi pegawai dan dalam jangka waktu tertentu dapat mengakibatkan turnover pegawai yang meningkat. Konflik pekerjaan keluarga berpengaruh tidak signifikandengan komitmen organisasi. Hasil ini mendukung beberapa studi empiris seperti Meyer (2002); Kossek; Ozeki (2008); Netemeyer et al (2006) dan Bozeman dan Perrewe (2006)yang menjelaskan bahwa konflik pekerjaan-keluarga memiliki hubungan negatif dengan komitmen organisasional. Hubungan negatif antara konflik pekerjaankeluarga dan komitmen organisasional nampak pada individual yang mengalami kesulitan dalam menyelaraskan peranannya di keluarga maupun di pekerjaan akan merasa kurang berkomitmen kepada organisasinya.Kepuasan kerja berpengaruh signifikan dengan komitmen organisasi.Adanya hubungan timbal balik antara kepuasan kerja dan komitmen organisasional di mana kepuasan kerja memengaruhi komitmen organisasional dan kepuasan kerja dipengaruhi oleh komitmen organisasional. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kepuasan kerja memediasi hubungan konflik pekerjaan-keluarga dengan komitmen organisasi. Hasil ini mendukung penelitian oleh Knoop (2005), Mathieu dan Zajac (2010) dan Purwaningsih dan Suprapti (2009) yang menjelaskan bahwa kepuasan kerja merupakan variabel yang memediasi hubungan antara pengaruh konflik keluargapekerjaan pada komitmen organisasi. Kepuasan kerja sebagai pertanda awal komitmen organisasional, komitmen organisasi dapat tumbuh manakala harapan kerja dapat terpenuhi oleh organisasi dengan baik. Disarankan untuk penelitian mendatang, dalam pengumpulan data dapat ditambah dengan wawancara atau observasi langsung kepada subjek penelitian. Objek dan subjek penelitian dapat dilakukan lebih luas yaitu antar lintas profesi sehingga hasil studi lebih dapat digeneralisasikan. Terakhir, menambah konstrukkonstruk baru yang berkaitan dan mendukung pengaruh konflik pekerjaankeluarga. Konstruk yang dapat menjadi anteseden dari konflik kerja-keluarga yaitu work overload, role conflict, role ambiguity, locus of control. Konstruk yang dapat menjadi outcomes dari konflik kerja-keluarga yaitu turnover intention, organizational citizhen behavior, absenteeism, motivasi dan keterlibatan kerja.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Postgraduate Program > Magister Manajemen
Depositing User: 022 Isran Elnadi
Date Deposited: 11 Oct 2017 03:45
Last Modified: 22 Nov 2017 08:23
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12395

Actions (login required)

View Item View Item