ANALISIS REALISASI BELANJA DAERAH DI PROPINSI BENGKULU

Wijanarko, Inpresiyo and Kamaludin, Kamaludin and Effed, Darta Hadi (2017) ANALISIS REALISASI BELANJA DAERAH DI PROPINSI BENGKULU. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Tesis an. Inpresiyo Wijanarko.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Peningkatan Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB dan pertumbuhan ekonomi disuatu wilayah merupakan indikator kinerja makro pemerintah daerah. Pertumbuhan ekonomi dihitung berasal dari perubahan nilai absolut PDRB setiap tahunnya. Peran pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi terkait dengan kebijakan pemerintah guna mengalokasikan sumber daya yang ada dan mendistribusikan melalui kebijakan belanja dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Pengalokasian sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah harus dikelola dengan baik karena sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah sangat terbatas sedangkan kebutuhan masyarakat sangat banyak. Untuk itu pemerintah daerah harus mengelola sumber daya yang dimiliki terutama sumber daya yang dikumpulkan dari masyarakat melalui perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian/pengawasan yang baik terhadap sumber daya tersebut. Hampir setiap tahun terjadi peningkatan terhadap realisasi belanja daerah. Realisasi belanja daerah ini diharapkan mampu memberikan dampak terhadap kesejahteraan didaerah. Kesejahteraan tersebut dapat dilihat dari berbagai macam indikator makro salah satunya PDRB. Peningkatan PDRB ini akan membentuk perubahan nilai absolut PDRB yang dikenal sebagai pertumbuhan ekonomi. Penelitia ini berujuan untuk melihat seberapa besar hubungan belanja operasi, belanja modal dan total realisasi belanja daerah terhadap PDRB. Hasil analisa korelasi menunjukkan bahwa variabel belanja operasi dan PDRB berkorelasi secara positif dan signifikan, belanja modal dan PDRB tidak berkorelasi. Total realisasi belanja operasi dan PDRB berkorelasi secara positif dan signifikan. Sementara itu, hambatan utama dalam merealisasikan belanja daerah adalah proses politik antara eksekutif dan legislatif dalam menentukan kebijakan dan prioritas pembangunan daerah. Dampak dari ini seringkali pengesahan anggaran tahun berikutnya tidak tepat waktu yakni akhir tahun berjalan sehingga pada awal tahun anggaran baru berjalan realisasi belanja daerah masih kecil karena tidak ada payung hukum dalam pelaksanaan program dan kegiatan. Peningkatan belanja daerah baik belanja operasi maupun belanja modal akan meningkatkan konsumsi barang dan jasa kebutuhan pemerintah. Peningkatan konsumsi ini memberikan multiplier efek pada perekonomian, akibat konsumsi pemerintah yang meningkat tersebut akan direspon oleh produsen untuk menyediakannya. Aktivitas ini akan membentuk nilai absolut PDRB dan nilai relatif perubahan PDRB yang disebut sebagai pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh efek belanja operasi terhadap perekonomian hanya memiliki manfaat jangka pendek. Sedangkan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh belanja modal ini akan memiliki nilai manfaat yang panjang dan dampaknya tidak dapat dirasakan pada tahun yang sama. Dampak belanja modal dapat dirasakan oleh masyarakat didaerah pada tahun-tahun berikutnya. Cepat atau lambat dampak dari belanja modal tersebut sulit ditentukan waktunya karena tergantung dari kebijakan pemerintah daerah dalam memprioritaskan jenis/bentuk belanja modal yang akan dilaksanakan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Postgraduate Program > Magister Manajemen
Depositing User: 022 Isran Elnadi
Date Deposited: 11 Oct 2017 04:20
Last Modified: 22 Nov 2017 08:02
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12402

Actions (login required)

View Item View Item