FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIN PEMANFAATAN ASETM TETAP TANAH BANGUNAN DI DINAS PEINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOTA BENGKULU MEMPE P TANAH DAN PER KULU ENGARU H BANG RDAGAN UHI GUNAN NGAN

Putra, Irwan Nopelda and Fadli, Fadli and Fahrudin, JS Pareke (2017) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIN PEMANFAATAN ASETM TETAP TANAH BANGUNAN DI DINAS PEINDUSTRIAN PERDAGANGAN KOTA BENGKULU MEMPE P TANAH DAN PER KULU ENGARU H BANG RDAGAN UHI GUNAN NGAN. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Tesis Irwan Nopelda Putra.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Pemanfaatan aset sektor publik di Indonesia telah diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 17 tahun 2017 tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah. Dalam peraturan tersebut, yang dimaksud dengan istilah pemanfaatan adalah pendayagunaan Barang Milik Daerah yang tidak dipergunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam bentuk sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah, dan bangun serah guna dengan tidak mengubah status kepemilikan. Aset pasar tradisional merupakan salah satu bentuk pemanfaatan aset tanah dan bangunan yang dimiliki Pemerintah Kota Bengkulu yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu.Permasalahan yang muncul dalam pengelolaan aset tanah dan bangunan aset pasar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu ini adalah aksessibilitas, kondisi fisik aset, visibilitas keamanan dan biaya operasional yang lebih besar daripada retribusi yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aksessibilitas, kondisi asset, visibilitas dan keamanan terhadap pemanfaatan asset tetap tanah dan bangunan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah faktor aksesibilitas berpengaruh terhadap pemanfaatan aset tetap tanah dan bangunandi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu; (2)Apakah faktor kondisi aset berpengaruh terhadap pemanfaatan aset tetap tanah dan bangunan di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu. (3) Apakah faktor visibilitas berpengaruh terhadap pemanfaatan asettetap tanah dan bangunandi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu. (4) Apakah faktor keamanan berpengaruh terhadap pemanfaatan aset tetap tanah dan bangunandi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu. (5) Apakah faktor aksessibilitas, faktor kondisi aset, faktor visibilitas, dan faktor keamanan berpengaruh terhadap pemanfaatan aset tetap tanah dan bangunandi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan padaDinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu. Populasi dalam penelitian ini adalah Pedagang yang menyewa kios di bangunan pasar Kota Bengkulu yang berjumlah 150 orang. Responden yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 110 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan faktor viii  analisis dan analisis regresi linier berganda. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas (independen) terdiri dari aksessibilitas, kondisi asset, visibilitas dan keamanan. Sedangkan variabel terikatnya (dependen) adalah pemanfaatan aset tetap tanah dan bangunan. Hasil dari analisi faktor menunjukkan bahwa ekstraksi dari 34 faktor yang mempengaruhi pemanfaatan aset menjadi empat (4) dimensi yang mempengaruhi pemanfaatan aset yaitu aksessibilitas, kondisi asset, visibilitas dan keamanan. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkanbahwasecaraparsial aksessibilitas, kondisi asset, visibilitas dan keamanan berpengaruhterhadap pemanfaatan aset tetap. Ini dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis pertama (H ) didapatkan bahwa aksessibilitas berpengaruh terhadap pemanfaatan aset tetap tanah dan bangunan. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien aksessibilitas 1 sebesar 0,379 yang bernilai positif. Hasil pengujian hipotesis kedua (H ) memberikan hasil bahwa kondisi aset berpengaruh terhadap pemanfaatan aset tetap tanah dan bangunan. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien kondisi aset 2 sebesar 0,225yang bernilai positif. Hasil pengujian hipotesis ketiga(H ) didapatkan bahwa visibilitas berpengaruh terhadap pemanfaatan aset tetaptanah dan bangunan. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien visibilitas 3 sebesar 0,397yang bernilai positif. Hasil pengujian hipotesis ketiga (H ) didapatkan bahwa keamanan berpengaruh terhadap pemanfaatan aset tetaptanah dan bangunan. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien visibilitas 4 sebesar 0,130yang bernilai positif. Sedangkan hasil pengujian hipotesis keempat (H ) didapatkan bahwa secara simultan aksessibilitas, kondisi aset, visibilitas dan keamanan berpengaruhterhadap pemanfaatan aset tetap. Ini dibuktikan dengan nilai hasil uji f sebesar 45,561. Untuk perolehan nilai koefisien determinasi berganda disesuaikan (Adjusted R 5 2 ) sebesar 0,621 yang berarti bahwa variasi peningkatan atau penurunan pemanfaatan aset tetaptanah dan bangunan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu dipengaruhi oleh aksessibilitas, kondisi aset, visibilitas dan keamanan sebesar 62,1%. Sedangkan sisanya sebesar 37,9 % dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan aset tetap tanah bangunan akan meningkat jika terjadi peningkatan aksessibilitas, kondisi aset, visibilitas dan keamanan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu. Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan penelitian ini, maka disarankan hal-hal sebagai berikut (1) Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel lain yang lebih berpengaruh terhadap pemanfaatan aset tetap dalam pengawasan keuangan daerah agar hasil uji regresi berupa variasi variabel independen dalam menjelaskan dan meningkatkan variasi variabel dependen pemanfaatan aset tetap dapat lebih baik lagi; (2) Terhadap peneliti selanjutnya disarankan untuk mendapatkan data berupa wawancara dari beberapa auditor inspektorat daerah se-Propinsi Bengkulu yang menjadi responden penelitian agar bisa mendapatkan data yang lebih nyata dan bisa keluar dari pertanyaanpertanyaan kuesioner yang mungkin terlalu sempit atau kurang menggambarkan keadaan yang sesungguhnya; (3) Bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu hendaknya meningkatkan pemanfaatan aset tetap di bangunan pasar Kota Bengkuludengan cara meningkatkan aksessibilitas dalam hal sistim transportasi umum, meningkatkan kondisi aset dalam hal perawatan dan pemeliharaan aset tetap, meningkatkan visibilitas dalam hal pembuatan pintu gerbang sebagai petunjuk visual dari bangunan pasar, meningkatkan keamanan dalam hal penambahan jumlah tenaga keamanan untu menghindari jika terdapat kemungkinan adanya gangguan kriminalitas pada bangunan-bangunan pasar di Kota Bengkulu.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Postgraduate Program > Magister Manajemen
Depositing User: 022 Isran Elnadi
Date Deposited: 11 Oct 2017 04:29
Last Modified: 22 Nov 2017 08:15
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12405

Actions (login required)

View Item View Item