PENGARUH KUALITAS SISTEM, KUALITAS INFORMASI, DAN COMPUTER SELF-EFFICACY PADA PERSEPSI MANFAAT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI SAIBA DI WILAYAH KPPN BENGKULU

Kusuma, Nadia Ika and Fadli, Fadli and Soengkono, Soengkono (2017) PENGARUH KUALITAS SISTEM, KUALITAS INFORMASI, DAN COMPUTER SELF-EFFICACY PADA PERSEPSI MANFAAT DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI SAIBA DI WILAYAH KPPN BENGKULU. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
NADIA.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Laporan keuangan berbasis akrual sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran harus disusun dan disajikan berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. Penyediaan sarana sistem informasi keuangan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam menyukseskan penyusunan laporan keuangan pemerintah berbasis akrual. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 270 Tahun 2014 tentang penerapan sistem akuntansi pemerintahan berbasis akrual pada pemerintah pusat menyatakan bahwa pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan mengembangkan aplikasi terintegrasi untuk menghasilkan laporan keuangan berbasis akrual. Salah satu program aplikasi yang telah dikembangkan adalah aplikasi Sistem Akuntansi Instansi Berbasis Akrual (SAIBA). Penerapan sistem informasi akuntansi dalam pengelolaan keuangan berbasis akrual seharusnya memudahkan pengelola keuangan dalam menjalankan tugasnya. Pada kenyataannya beberapa operator SAIBA masih menemui permasalahan teknis yang berkaitan dengan aplikasi, maupun permasalahan non teknis mengenai kepabilitas SDM dalam bekerja dengan sistem aplikasi komputer. Dalam implementasi sistem teknologi informasi yang paling diharapkan adalah sistem teknologi informasi tersebut berhasil atau sukses dalam pelaksanaannya (Jogiyanto, 2007a:1). DeLone & McLean (1992) menggambarkan bahwa kesuksesan pengembangan sistem diproksi dengan 2 (dua) variabel yaitu intensitas penggunaan sistem dan kepuasan pengguna sistem informasi yang bersangkutan. Kepuasan pengguna sistem informasi merupakan respon pengguna sistem terhadap penggunaan keluaran sistem informasi (Jogiyanto, 2007b:23). Kepuasan pengguna merupakan satu dari enam pengukuran kesuksesan sistem informasi dalam model kesuksesan Delone dan Mclane (1992). Seddon dan Kiew (1996) mencoba menggambarkan ulang model Delone dan Mclane dalam suatu path model User Satisfaction. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pengguna dilihat dari model User Satisfaction Seddon dan Kiew (1996) adalah kualitas sistem, kualitas informasi dan kemanfaatan (Usefulness.) Computer Self-Efficacy merupakan variabel yang penting dalam penelitian mengenai teknologi informasi. Kemampuan pengguna akhir dalam mengoperasikan sistem informasi menjadi bahan evaluasi bagi keberhasilan penerapan sistem informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas sistem, kualitas informasi, dan computer self-efficacy terhadap persepsi manfaat dan dampaknya pada kepuasan pengguna aplikasi SAIBA. Responden yang terpilih adalah pengguna yang berinteraksi langsung dengan aplikasi SAIBA yaitu operator SAIBA pada satuan-satuan kerja di wilayah KPPN Bengkulu. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada responden. Sebanyak 96 kuisioner dapat diolah dengan metode SEM menggunakan program SmartPLS v.3.2.4. Model struktural dievaluasi dengan menggunakan R - square dan hasilnya variabel kepuasan pengguna memiliki nilai R-square 50.4% sedangkan untuk variabel persepsi manfaat memiliki nilai Rsquare sebesar 59.1%. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa kualitas informasi dan computer self-efficacy berpengaruh signifikan terhadap persepsi manfaat. Kualitas informasi dan persepsi manfaat berpengaruh signifikan pada kepuasan pengguna aplikasi SAIBA, sedangkan variabel kualitas sistem tidak berpengaruh pada persepsi manfaat dan kepuasan pengguna aplikasi SAIBA. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas sistem tidak menjadi prediktor yang baik atas variabel persepsi manfaat dan kepuasan pengguna, karena aplikasi SAIBA yang penggunaannya bersifat mandatory dan beberapa kelemahan yang masih dimiliki oleh sistem ini. Saran dalam penelitian ini, KPPN Bengkulu harus terus melakukan bimbingan dan pendampingan kepada satker-satker diwilayahnya dalam implementasi aplikasi SAIBA sampai dengan penyusunan laporan keuangan. Bentuk bimbingan berupa sosialisasi dan informasi setiap ada pembaruan/ update sistem, serta pendampingan dalam penggunaan aplikasi sampai dengan penyusunan laporan keuangan. Satuan-satuan kerja di wilayah KPPN Bengkulu berperan dalam penyediaan fasilitas penunjang seperti jaringan internet agar penyampaian informasi lebih tepat waktu. Kepala satuan kerja juga diharapkan lebih selektif dalam menetapkan pegawai yang akan ditugaskan sebagai operator SAIBA dengan mengutamakan pegawai dengan latar belakang pendidikan akuntansi dan memiliki kemampuan bekerja dengan sistem informasi sehingga dapat mengoptimalkan kinerja aplikasi SAIBA.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Postgraduate Program > Magister Manajemen
Depositing User: 022 Isran Elnadi
Date Deposited: 11 Oct 2017 04:54
Last Modified: 22 Nov 2017 08:28
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12414

Actions (login required)

View Item View Item