ANALISIS EFEKTIVITAS DAN DAMPAK KEGIATAN PINJAMAN DANA BERGULIR PADA PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN (PNPM MP) KABUPATEN REJANG LEBONG

Riadi, Reno and Kamaludin, Kamaludin and Paulus, Suluk Kananlua (2017) ANALISIS EFEKTIVITAS DAN DAMPAK KEGIATAN PINJAMAN DANA BERGULIR PADA PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERKOTAAN (PNPM MP) KABUPATEN REJANG LEBONG. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
tesis_Reno Riadi_C2B014039.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Masalah kemiskinan di Indonesia dipandang sebagai masalah berat yang dihadapi pemerintah. Untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia diperlukan keseriusan pemerintah dan dukungan serta kerja sama dari masyarakat. Pemerintah melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) menetapkan penanggulangan kemiskinan sebagai salah satu prioritas utama demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur. Selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi kemiskinan, upaya-upaya tersebut pada dasarnya telah dijabarkan dan tertuang dalam berbagai program penanggulangan kemiskinan yang telah dilakukan oleh pemerintah. Salah satu diantaranya adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP), program ini dinilai sangat strategis karena menyiapkan landasan kemandirian masyarakat berupa institusi masyarakat yang representative, mengakar dan menguat bagi perkembangan modal sosial (social capital) masyarakat di masa mendatang, serta menyiapkan pondasi kemitraan masyarakat dengan pemerintah daerah dan kelompok peduli setempat. Distribusi sumber dana pada PNPM-MP, diperoleh langsung dari pemerintah pusat dan ditunjang oleh APBD. Sumber-sumber dana bagi pelaksanaan PNPM-MP tersebut salah satunya digunakan untuk keperluan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM). Komponen BLM dilakukan dengan tiga jenis kegiatan pokok yaitu: perbaikan infrastruktur, sosial, dan ekonomi yang dikenal dengan tridaya. Dalam kegiatan ekonomi diwujudkan dengan kegiatan pinjaman dana bergulir, yaitu pemberian pinjaman dalam skala mikro kepada masyarakat miskin yang bertujuan memberikan akses layanan keuangan kepada rumah tangga miskin dengan pinjaman mikro berbasis pasar untuk memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga miskin tersebut dan sebagai proses pembelajaran dalam rangka mengelola pinjaman dan menggunakannya secara benar. Di Kabupaten Rejang Lebong, terdapat 53 kelurahan/desa di lima kecamatan yang merupakan lokasi penerima PNPM-MP, dengan salah satu jenis kegiatannya adalah pinjaman dana bergulir. Sampai dengan Bulan April Tahun 2015, jumlah BLM yang sudah terserap dimanfaatkan untuk kegiatan pinjaman dana bergulir adalah lebih dari 3,7 milyar rupiah. Menarik untuk melakukan kajian efektivitas terhadap pelaksanaan kegiatan pinjaman bergulir tersebut karena efektivitas merupakan tujuan dari suatu kegiatan, dimana realita sesuai dengan perencanaan dan harapan. Efektivitas yang ingin diketahui adalah efektivitas pada penyaluran dana dan efektivitas pada pemanfaatan dana oleh peminjam. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap kinerja pinjaman dana bergulir dengan berbagai indikator dan pengukuran yang sudah ditetapkan, pada akhirnya akan diperoleh gambaran pelaksanaan kegiatan pinjaman bergulir apakah memberikan dampak dalam mengembangkan usaha. Sampel yang digunakan untuk mengetahui efektivitas penyaluran dan pemanfaatan pinjaman dana bergulir adalah 13 Unit Pengelola Keuangan (UPK) sebagai lembaga pengelola kegiatan pinjaman dana bergulir yang berlanjut akses pinjamannya dan memiliki paling tidak 10 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mengakses pinjaman. Dan sebanyak 92 orang penerima manfaat sebagai sampel untuk memperoleh gambaran dampak keberlanjutan akses kegiatan pinjaman dana bergulir dalam mengembangkan usaha dengan memilih peminjam yang mengakses pinjaman pada UPK yang berlanjut akses pinjamannya dan memiliki paling tidak 10 KSM dan anggota KSM yang sudah lebih dari satu kali atau periode pinjaman. Sedangkan untuk menganalisi kinerja pinjaman dana bergulir digunakan data hasil monitoring UPK dengan penilaian kinerja melalui core indicator kabupaten untuk periode dari Bulan Desember 2014 sampai dengan Bulan Desember Tahun 2015. Metode analisi data yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Dengan mengolah jawaban petugas UPK dari kuesioner terkait penyaluran dan pemanfaatan pinjaman dana bergulir. Dampak keberlanjutan akses pinjaman dana bergulir dalam mengembangkan usaha dinilai dengan melihat jawaban penerima manfaat antara sebelum dan sesudah akses pinjaman dana bergulir, sedangkan analisis kinerja pinjaman dana bergulir yaitu dengan menganalisi indikator utama penilaian kinerja loans at risk, portfolio at risk, cost coverage dan return on investment. Berdasarkan analisis data, secara umum hal yang bisa dinilai baik dalam peyaluran pinjaman dana bergulir adalah bahwa sasaran pinjman dana begulir sudah melibatkan partisipasi perempuan, UPK sebagai lembaga pengelola pinjaman dana bergulir sudah memiliki dan memahami tentang aturan pinjaman dana bergulir dan memahami tugas dan fungsinya, selain itu UPK juga sudah memiliki rekening bank atas nama lembaga dan UPK sudah memiliki pencatatan dan pembukuan pinjaman dana bergulir sesuai standar program. Sedangkan hal yang dinilai belum baik adalah bahwa sasaran penerima manfaat pinjaman dana bergulir belum seluruhnya adalah warga miskin, kelompok yang terbentuk untuk mengakses pinjaman bergulir bukan secara sukarela, pelatihan pembukuan dan pelatihan kewirausahaan dan PERT yang seharusnya diberikan kepada kelompok penerima dinilai masih sangat kurang, sehingga pencatatan dan pembukuan pada kelompok dan usaha peminjam belum bisa dikatakan baik. Selain itu juga UPK dirasakan masih belum optimal dalam melakukan pembinaan kepada peminjam. Dan secara umum penilaian efektivitas penyaluran pinjaman dana bergulir dinilai dengan kate go ri “cukup efekti f”. Efektivitas pemanfaatan pinjaman dana bergulir dinilai dengan kategori cukup efektif. Pemanfaatan pinjaman dana bergulir belum bisa dikatakan efektif karena memang masih ditemukan bahwa penggunaan pinjaman dana bergulir bukan untuk kegiatan produktif dan besar pinjaman yang belum disesuaikan dengan kemampuan bayar peminjam. Melalui indikator utama penilaian kinerja keuangan, kegiatan pinjaman dana bergulir di Kabupeten Rejang Lebong pada sebagian lembaga pengelola dinilai memadai yang berarti kegiatan pinjaman bergulir pada lembaga tersebut terus melanjutkan akses pinjamannya. Tetapi pada sebagian lembaga pengelola yang lain kegiatan pinjaman dana bergulir dinilai dengan kreteria kinerja “penunda an”, artin ya p er guli ran pinj aman pada lembaga pengelola tersebut harus ditunda sebelum terjadi perbaikan tingkat pengembalian. Secara umum kegiatan pinjaman dana bergulir di Kabupaten Rejang Lebong dinilai dengan kategori penundaan, atau dengan penilaian efektivitas adalah tidak efektif. Tetapi selama periode pengamatan yakni Bulan Desember 2014 sampai dengan Bulan Desember 2015 terjadi perbaikan kinerja pinjaman dana bergulir karena terlihat semakin berkurangnya baik jumlah saldo tunggakan maupun jumlah peminjam yang menunggak. Keberlanjutan akses pinjaman dana bergulir memberikan dampak positif dalam pengembangan usaha yakni terdapat penyerapan tenaga kerja, adanya perluasan jangkauan daerah pemasaran dan terjadi peningkatan jumlah penjualan dari kegiatan produktif yang dilakukan oleh peminjam. Kepada lembaga pengelola pinjaman dana bergulir, dalam penyaluran pinjaman dana bergulir supaya dilakukan proses seleksi dan survey secara mendalam kepada calon penerima manfaat pinjaman dan berpedoman pada daftar waga miskin hasil pemetaan, sehingga penyaluran pinjaman dana bergulir akan tepat sasaran untuk dimanfaatkan bagi warga miskin. Kepada lembaga pengelola dan konsultan pendamping, agar dilakukan pengawasan dan pembinaan secara terus menerus kepada kelompok peminjam agar penggunaan pinjaman dana bergulir sesuai dengan tujuannya yakni untuk membiayai kegiatan produktif. Kepada lembaga pengelola pinjaman begulir, diharapkan melakukan usaha-usaha dalam rangka perbaikan kinerja pinjaman bergulir, mulai dari seleksi kelompok peminjam yang lebih selektif, melakukan proses pembinaan dan pengawasan lebih intensif dan melakukan usaha perbaikan tingkat pengembalian pinjaman bergulir. Kepada pemerintah, mengingat dampak positif yang ditimbulkan dari kegiatan pinjaman bergulir dalam pengembangan usaha, maka kegiatan pinjaman bergulir masih harus terus diselenggarakan atau bahkan menjadi lebih baik jika ditingkatkan dana yang digunakan untuk kegiatan pinjaman dana bergulir sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas utamanya bagi masyarakat miskin dalam rangka memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangganya.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Postgraduate Program > Magister Manajemen
Depositing User: 022 Isran Elnadi
Date Deposited: 11 Oct 2017 08:08
Last Modified: 22 Nov 2017 08:10
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12429

Actions (login required)

View Item View Item