ANALISIS PERBANDINGAN MODEL ALTMAN, SPRINGATE DAN ZMIJEWSKI DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Mulyati, Sri and Kamaludin, Kamaludin and Syamsul, Bachri (2017) ANALISIS PERBANDINGAN MODEL ALTMAN, SPRINGATE DAN ZMIJEWSKI DALAM MEMPREDIKSI FINANCIAL DISTRESS PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
Tesis SRI (Ujian Tesis).pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (5MB)

Abstract

Kondisi perekonomian yang tidak menentu mengakibatkan tingginya risiko suatu perusahaan untuk mengalami kesulitan keuangan (financial distress) baik di sektor perbankan ataupun perusahaan non perbankan. Perusahaan Perbankan memiliki peran yang sangat penting terhadap pergerakan roda perekonomian Indonesia. Peranan intermediasi lembaga perbankan sangat berpengaruh pada pertumbuhan perekonomian suatu negara. Perusahaan perbankan mengalami perkembangan yang pesat dari tahun ke tahun, yaitu dengan meningkatnya jumlah dan kantor cabang bank di Indonesia. Perkembangan tersebut selain memberikan pilihan yang semakin beragam kepada masyarakat terhadap pelayanan bank, juga memberikan kontribusi yang sangat positif terhadap dunia usaha dan perekonomian. Salah satu faktor yang menopang perusahaan perbankan agar tetap beroperasi adalah faktor financial atau kondisi keuangan perusahaan dengan melihat kinerja keuangan perusahaan dari tahun ke tahun. Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu menyangkut aspek pengimpunan dana maupun penyaluran dana, yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal likuiditas, dan profitabilitas (Jumingan, 2006). Tujuan pengukuran kinerja keuangan perusahaan adalah mengetahui tingkat likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, stabilitas suatu perusahaan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan di masa yang akan datang (Munawir, 2005), untuk melihat kinerja keuangan kinerja perusahaan menggunakan analisis terhadap laporan keuangan dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan, kelemahan dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan dan perbaikan apa saja yang diperlukan dengan posisi keuangan saat ini (Kasmir, 2012). Menurut Munawir (2014) pengelolaan kesulitan keuangan jangka panjang (tidak mampu membayar kewajiban pada saat jatuh tempo) yang tidak tepat akan menimbulkan permasalahan yang lebih besar yaitu menjadi tidak solvable (jumlah hutang lebih besar daripada jumlah aset) dan akhirnya mengalami Financial Distress. Perusahaan potensial bangkrut disebabkan oleh perusahaan berturut-turut selama 2 tahun mengalami laba bersih negatif (Elloumi dan Gueyie, 2001), potensial bangkrut dapat disebab juga oleh ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo dan manajemen tidak bisa menggunakan modal kerja secara efektif, dimana nilai rasio likuiditas yang rendah menunjukkan risiko likuiditas yang tinggi, seperti yang di kemukakan oleh Platt, 2002 bahwa potensial bangkrut (financial distress) disebabkan oleh menurunnya kondisi keuangan yang dialami perusahaan yang terjadi sebelum kebangkrutan atau likuidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model Altman, Springate dan Zmijewski adalah model yang paling tepat dalam memprediksi financial distress perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dan berdasarkan model tersebut perusahaan perbankan apa saya yang diprediksi akan mengalami financial distress. Metode pengumpulan sampel dalam penelitian ini menggunakan desain purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan (Bank Umum Milik Pemerintah, Bank Devisa dan Bank Non Devisa) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode pengamatan tahun 2005-2014 dengan menggunakan model Altman, model Springate dan model Zmijewksi dalam memprediksi financial distress yaitu perusahaan yang potensial bangkrut dan tidak potensial bangkrut dengan melakukan perbandingan dan menghitung rasio keuangan perusahaan. Metode analisis yang digunakan untuk melihat tingkat kesalahan (Error) prediksi masing-masing model dengan kenyataan yang ada dilapangan dilakukan analisis Alpha (α) dan Beta (β) dengan pertimbangan tingkat kesalahan dibagi dalam dua jenis yaitu type error 1 dan type error 2. Hasil perhitungan dan perbandingan rasio keuangan perusahaan dengan menggunakan model Altman, model Springate dan model Zmijewski dalam memprediksi financial distress Bank Umum Milik Pemerintah, Bank Devisa dan Bank Non Devisa, model Altman dengan tingkat akurasi 52% dan model Springate dengan tingkat akurasi 75% dan model Zmijewski dengan persentase sebesar 87%. Tingkat kesalahan (error) model Altman memiliki tingkat akurasi prediksi sebesar 52% dengan tingkat kesalahan (error) tipe 1 sebesar 28,6% dan kesalahan (error) tipe 2 sebesar 0%. Model Springate memiliki tingkat akurasi sebesar 75% dengan tingkat kesalahan (error) tipe 1 sebesar 19,0% dan kesalahan (error) tipe 2 sebesar 0%. Model Zmijewski memiliki tingkat akurasi yang paling tinggi dibandingkan dengan model Altman dan model Springate yaitu 87% dengan tingkat kesalahan (error) tipe 1 sebesar 4,76% dan kesalahan (error) tipe 2 sebesar 0%. Hal ini membuktikan bahwa model yang paling akurat dalam memprediksi financial distress Bank Umum Milik Pemerintah, Bank Devisa dan Bank Non Devisa adalah model Zmijewski dengan tingkat akurasi sebesar 87%, dan dari hasil penetian terhadap 21 sampel diperoleh bahwa ada satu bank yang diprediksi mengalami financial distress yaitu Bank Pundi Indonesia Tbk.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Postgraduate Program > Magister Manajemen
Depositing User: 022 Isran Elnadi
Date Deposited: 11 Oct 2017 08:53
Last Modified: 22 Nov 2017 08:36
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12444

Actions (login required)

View Item View Item