ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT KONVENSIONAL DAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH DI BENGKULU (STUDI KASUS PADA BPR MAROBA ITE DAN BPRS SAFIR)

Lestari, Tia and Kamaludin, Kamaludin and Sularsih, Anggarawati (2017) ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK PERKREDITAN RAKYAT KONVENSIONAL DAN BANK PERKREDITAN RAKYAT SYARIAH DI BENGKULU (STUDI KASUS PADA BPR MAROBA ITE DAN BPRS SAFIR). Masters thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
TESIS OK.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Provinsi Bengkulu berpotensi besar untuk pengembangan usaha bisnis perbankan yakni bank perkreditan rakyat karena bisnis sektor itu mempunyai kekuatan dan kemudahan akses bagi pelaku usaha. BPR telah memiliki pangsa pasar yaitu segmen pelaku usaha mikro, sementara selama ini elemen itu belum tersentuh oleh bank umum. Tentunya peluang ini menjadi modal besar BPR untuk dapat berkembang dengan baik di daerah ini.Bagi BPR/S di wilayah Bengkulu, kedua sektor ini disinyalir merupakan salah satu andalan dalam penyaluran kredit. Dengan terjadinya krisis global dikhawatirkan kualitas kredit pada kedua sektor tersebut akan mengalami penurunan. untuk mengukur apakah dalam pengelolaan usaha kedua BPR ini telah sesuai dengan asas-asas perbankan yang sehat dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, dapat dilihat dari kinerja keuangan BPR yang bersangkutan. Penilaian kinerja keuangan suatu bank dapat dilakukan denganmenganalisa laporan keuangan yang diterbitkan.Perusahaan perbankan mempunyai karakteristik yang berbeda dengan perusahaan lain sehingga rasio keuangannya juga berbeda dengan perusahaan lainnya. Rasio-rasio keuangan perusahaan perbankan lebih berkaitan dengan kesehatan bank, dimana perusahaan bank sangat terkait dengan pembentukan kepercayaan masyarakat dan melaksanakan prinsip kehatihatian (prudential banking). Oleh karena itu Pemerintah mengeluarkan Peraturan untuk menilai tingkat kesehatan bank yaitu Peraturan Bank Indonesia No. 6/10/PBI/2004 Tanggal 12 April 2004 Tentang Sistem Penilaian Kesehatan Bank Umum. Dapat disimpulkan kualitas kinerja kuangan bank, dapat dilihat seberapabesar rasio kinerja keuanganyang diperoleh. Semakinbesar rasioyang diperoleh berarti kemampuan bank dalam memberikan keuntungan bagi hasil kepada nasabah semakin baik, dansebaliknyajika perolehan rasio kinerja keuangan kecilberarti kemampuan bank memberikan keuntungan berupa bagihasil kepada nasabah rendah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Sumber data yaitu laporan keuangan publikasi berupa rasio keuangan pada laporan keuangan tahunan bank yang diambil dari website Bank Indonesia. Laporan keuangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pertriwulan selama lima tahun, yaitu tahun 2008-2012.Untuk menguji dan menganalisis perbedaan kinerja keuanganBank Pengkreditan Rakyat Konvensional dengan Bank Pengkreditan Rakyat Syariah di Bengkulu adalah menggunakan uji beda dua rata-rata atau Uji Independent Sample t-test dengan harapan mampu menunjukkan perbedaan kinerja keuangan dari masing-masing bank secara rinci. Hasil penelitian, Jika dilihat dari Standar Bank Indonesia (BI) yang menetapkan bahwa standar terbaik untuk rasio CAR adalah minimal 8%, maka kinerja BPR Maroba Itelebih tinggi dibandingkan BPRS Safirnamun tetap berada pada kondisi sehat sesuai yang ditetapkan oleh BI.Hal ini menunjukkan bahwa BPR Maroba Ite lebih baik dalam rangka menjaga rasio kecukupan modalnya atau dengan kata lain, BPR Maroba Ite masih lebih unggul dalam segi pemodalan.Untuk uji t untuk variabel CAR dengan Equal variances not assumed diperoleh hasil 3,449 dengan sign 0,031 lebih kecil dari 0,05 sehingga H diterima. Adanya perbedaan di indikasikan karena belum baiknya kecukupan modal pada BPR syariah dalam hal penyerapan dana dari masyarakat. 0 Rata-rata rasio NPL, Jika dilihat dari Standar Bank Indonesia (BI) yang menetapkan bahwa standar terbaik untuk rasio NPL adalah maksimal 5%. Untuk uji t untuk variabel NPL dengan Equal variances not assumed diperoleh hasil -1,595 dengan sign 0,119 lebih besar daripada 0,05 maka H o ditolak atau tidak terdapat perbedaan antara kinerja BPR Maroba Ite dan BPRS Safir. Hal ini menunjukkan bahwa BPR Maroba Ite sangat berhatihati dalam rangka penyaluran kreditnya. Adapun nilai NPL BPRS Safir yang semakin membesar mengindikasikan bahwaBPR tersebut kurang menjaga prinsip kehati-hatian dalampenyaluran dananya sehingga menimbulkan peningkatan dari sisi NPL. Terlihat uji t untuk variabel NPM dengan Equal variances not assumed diperoleh hasil 2,512 dengan nilai sign 0,017 lebih kecil daripada 0,05 maka H diterima atau terdapat perbedaan antara kinerja BPR Maroba ite dan BPRS Safir. Adanya perbedaan ini diindikasikankarena rasio NPM BPRS Safiryang memiliki perhitungan laba bersih dibagi dengan pendapatan operasionalnya masih rendah dibandingkan dengan BPR Maroba Ite. Perbedaan ini menggambarkan tingkat keuntungan (laba) yang diperoleh BPRS Safirmasih relatif kecil dibandingkan dengan pendapatan yang diterima dari kegiatan operasionalnya. o Terlihat uji t untuk variabel ROA dengan Equal variances not assumed diperoleh hasil 1,989 dengan sign 0,056 lebih besar daripada 0,05 maka H ditolak atau tidak terdapat perbedaan antara kinerja BPR Maroba Ite dan BPRS Safir. Tidak adanya perbedaan ini diindikasikankarena efektifitas BPRS Safir dan BPR Maroba ite dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan dari total aset yang dimiliki sama-sama rendah dengan pendapatan yang diterima dari kegiatan operasionalnya. o Terlihat uji t untuk variabel BOPO dengan Equal variances not assumed diperoleh hasil 3,898 dengan sign 0,001 lebih kecil daripada 0,5 maka H o diterima atau terdapat perbedaan antara kinerja BPR Maroba Ite dan BPRS Safir. Rata-rata BOPO untuk BPR Maroba Ite lebih tinggi dibandingkan BOPO untuk BPRS Safir. Hal ini menunjukan bahwa dari segi efisiensi BPR Maroba ite lebih baik., semakin efisien BPR tersebut dalam melakukan kegiatan operasionalnya maka biaya yang dikeluarkan akan lebih kecil dibandingkan pendapatan yang diterima. Terlihat uji t untuk variabel LDR dengan Equal variances not assumed diperoleh hasil 3,483 dengan sign 0,002 lebih kecil daripada 0,5 maka H diterima atau terdapat perbedaan antara kinerja BPR Maroba Ite dan BPRS Safir. Rata-rata LDR untuk BPR Maroba Ite lebih tinggi dibandingkan LDR untuk BPRS Safir. o Hal ini menunjukkan bahwa dana pihak ketiga yang disalurkan guna pembiayaan oleh BPR Maroba Ite lebih tinggi daripada BPRS Safir sehingga peran BPR Maroba Ite dalam memfasilitasi antara pemilik modal dengan pihak-pihak yang membutuhkan dana lebih berfungsi. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kinerja keuangan perbankan yaitu BPR Konvensional dan BPR Syariah jika dilihat dari rasio CAR, NPL, NPM, ROA, BOPO dan LDR. Maka untuk peneliti selanjutnya dapat menambah jumlah sampel BPR dan rasio-rasio lainnya sehingga perbedaan kinerjanya dapat lebih terlihat dari sisi rasio yang lainnya.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions
Divisions: Postgraduate Program > Magister Manajemen
Depositing User: 022 Isran Elnadi
Date Deposited: 11 Oct 2017 09:05
Last Modified: 22 Nov 2017 08:31
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12446

Actions (login required)

View Item View Item