KONFLIK KOMUNIKASI KELUARGA PASANGAN ANTARETNIK (Studi Komunikasi Antarbudaya Pasangan Pernikahan Masyarakat Transmigran Jawa-Pasemah di Desa Air Sulau Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan)

Nurjanah, Tri and Susetyo, Susetyo and Supriyanto, Heri (2017) KONFLIK KOMUNIKASI KELUARGA PASANGAN ANTARETNIK (Studi Komunikasi Antarbudaya Pasangan Pernikahan Masyarakat Transmigran Jawa-Pasemah di Desa Air Sulau Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan). Masters thesis, UNIVERSITAS BENGKULU.

[img] Archive (TESIS)
tesis mama tri.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konflik komunikasi antarbudaya yang terjadi pada pasangan antaretnik Jawa-Pasemah. Konsep yang digunakan adalah konflik komunikasi keluarga dan komunikasi antarbudaya. Informan dalam penelitian ini adalah pasangan antaretnik Jawa-Pasemah. Dari hasil wawancara diperoleh temuan bahwa terjadi konflik dalam komunikasi keluarga pasangan antaretnik Jawa-Pasemah di desa Air Sulau yang disebabkan oleh budaya yang berbeda. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, penelitian arsip, dan kepustakaan. Analisis data dengan menggunakan Model Miles dan Huberman. Hasil penelitian konflik komunikasi keluarga pasangan antaretnik Jawa-Pasemah adalah: (1) Nilai-nilai dasar dan pola pikir, konflik yang timbul pada keluarga disebabkan adanya perbedaan nilai dasar dan pola pikir yang dimiliki oleh tiap-tiap pasangan antaretnik Jawa-Pasemah. Setiap pasangan memiliki kecenderungan akan budayanya, siapa yang memiliki kekuasaan maka dialah yang mendominasi. Stereotip akan mempengaruhi pula cara berpikir dan cara berkomunikasi seseorang. (2) Identitas budaya seperti bahasa, makanan dan adat istiadat membawa perbedaan yang menuntut pasangan antaretnik untuk dapat mengkomunikasikan satu sama lain, kesediaan mempelajari budaya pasangan, keterbukaan, dan pemahaman. (3) Peranan gender, peran publik dan domestik serta peran partisipasi politik perempuan menjadi salah satu penyebab timbulnya konflik. (4) Pengelompokan usia, dalam budaya Pasemah dan Jawa terdapat aturan-aturan yang berbeda berdasarkan usia, seperti bagaimana cara bersikap dan memberikan penghormatan kepada yang lebih tua.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Divisions: Postgraduate Program
Depositing User: 022 Lili Haryanti
Date Deposited: 13 Oct 2017 04:12
Last Modified: 13 Oct 2017 04:12
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12589

Actions (login required)

View Item View Item