PERGESERAN KOMPOSISI GULMA, PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) AKIBAT KOMBINASI DOSIS CAMPURAN HERBISIDA GLIFOSAT DAN 2,4-D PADA LAHAN KERING OLAH TANAH MINIMUM

Aprianto, Ayyi and Bilman W S, Bilman W S and Murcitro., Bambang Gonggo (2017) PERGESERAN KOMPOSISI GULMA, PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) AKIBAT KOMBINASI DOSIS CAMPURAN HERBISIDA GLIFOSAT DAN 2,4-D PADA LAHAN KERING OLAH TANAH MINIMUM. Undergraduated thesis, UNIVERSITAS BENGKULU.

[img] Archive (Thesis)
Skripsi Ayyi Aprianto.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Permintaan jagung manis terus meningkat, sementara produksi nasional jagung manis belum dapat mengimbangi kebutuhan jagung manis dalam negeri. Perlu adanya upaya peningkatan produksi jagung manis untuk memenuhi permintaan jagung manis. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan kering. Lahan kering adala lahan yang dapat digunakan untuk usaha pertanian dengan menggunakan atau memanfaatkan air hujan. Usaha peningkatan produktivitas pada lahan kering akan dijumpai beberapa kendala seperti produktivitas cepat menurun dan tingkat kesuburan tanah yang rendah oleh karena itu perlu adanya teknologi yang mengatasi hal tersebut. Sistim pengolahan tanah minimum (minimum tillage) adalah teknologi yang baik untuk diaplikasikan pada lahan kering. Herbisida akan diperlukan pada sistem olah tanah minimum untuk mengendalikan gulma. Kegiatan pengendalian gulma tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan jika hanya menggunakan satu jenis herbisida. Perlu adanya pencampuran herbisida untuk memaksimalkan daya berantas herbisida terhadap gulma. Pencampuran herbisida dapat menurunkan dosis herbisida serta meningkatkan pengendalian terhadap gulma. Herbisida berbahan aktif glifosat dan 2,4-D banyak digunakan masyarakat, sehingga banyak formulasi yang menggunakan bahan aktif tersebut Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan dosis campuran herbisida glifosat dan 2,4-D serta dosis glifosat dan 2,4-D yang dapat memberikan efek pergeseran komposisi gulma, pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan kering olah tanah minimum. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari 2015 sampai Maret 2015 di Desa Pasar Pedati RT 01, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah. Percobaan ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Petak utama adalah dosis glifosat yang terdiri atas 3 taraf, yaitu 1,5 L/ha, 2 L/ha, dan 2,5 L/ha. Anak petak adalah dosis 2,4-D yang terdiri atas 3 taraf, yaitu 0,5 L/ha, 1 L/ha, 1,5 L/ha dari kedua faktor diperoleh 9 pasang perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali, sebagai kontrol digunakan dosis 9 standar anjuran herbisida yaitu untuk glifosat adalah 3 L/ha dan herbisida 2,4-D adalah 2 L/ha. Dosis campuran herbisida glifosat 1,5 L/ha dan 2,4-D 1 L/ha mampu menggeser komposisi gulma dilihat pada berat kering gulma 3 mst, kemudian pada berat kering gulma 6 mst serta 2 hari sebelum panen dengan dosis herisida 1,5 L/ha glifosat dan 0,5 L/ha 2,4-D. Campuran herbisida mampu menghasilkan laju asimilasi bersih 4-6 mst yaitu sebesar 0,0003617 g cm-2hari-1 dengan dosis herbisida 2,4-D 0,5 L dan glifosat 1,94 L.. Dosis gliposat pada dosis 1,5 L/ha mampu menghasilkan laju pertumbuhan tanaman sebesar 2,23607813 g cm-2hari-1 dan laju asimilasi bersih 2-4 mst sebesar 2,23614 g cm-2hari-1. Pada dosis 2,018 L/ha mampu menghasilkan berat segar tongkol kotor dan berat tongkol layak jual yaitu 129,41 g dan 129,408 g. Dosis 2,4D 0,5 L/ha, 1 L/ha dan 1,5 L/ha tidak menunmenunjukan pengaruh pada semua variabel pengamatan.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 16 Oct 2017 03:06
Last Modified: 21 Nov 2017 02:25
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12650

Actions (login required)

View Item View Item