PERTUMBUHAN PULAI (Alstonia scholaris) PADA LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA DAN LAHAN PERKEBUNAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH

Tua S, Mangoloi (2017) PERTUMBUHAN PULAI (Alstonia scholaris) PADA LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA DAN LAHAN PERKEBUNAN MASYARAKAT DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Skripsi)
Skripsi Mangoloi Tua S E1b011046.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only until 16 October 2017.
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (987kB)

Abstract

Pertumbuhan Pulai (Alstonia scholaris) pada Lahan Bekas Tambang dan di Kebun Masyarakat di Kabupaten Bengkulu Tengah (Mangoloi Tua S di bawah bimbingan Dr.Ir. Wiryono, M.Sc. dan Efratenta Katherina Depari,S.Hut, M.Si, 2017. 41 Halaman). Reklamasi lahan pasca galian tambang merupakan suatu usaha memperbaiki atau memulihkan kembali lahan dalam kawasan yang telah rusak akibat usaha pertambangan. Dalam mereklamasi lahan pertambangan, maka faktor utamanya yakni menanami kembali lahan tersebut. Dalam kegiatan reklamasi dan penghijauan di areal bekas tambang, digunakan jenis tanaman pionir yang mampu tumbuh cepat pada daerah kritis dan dapat mengembalikan kondisi hutan yang sebelumnya hilang akibat kegiatan pertambangan seperti tanaman Pulai (Alstonias cholaris). Pertumbuhan tanaman pionir ini dapat pula berbeda tergantung jenis tanah dan iklim tempat tumbuhnya. Penelitian ini bertujuan membandingkan pertumbuhan tanaman pulai (Alstonia scholaris) pada lahan bekas tambang batubara dan lahan perkebunan masyarakat dan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman pulai (Alstonia scholaris) ini dilakukan dalam waktu tiga bulan terhitung dari Juni sampai dengan Agustus 2016. Lokasi penelitian di Tambang batubara Inti Bara Perdana, Kecamatan Taba Penanjung dan di kebun masyarakat Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan tanaman pulai mampu tumbuh lebih baik pada daerah kebun masyarakat dibandingkan di lahan bekas tambang yang lebih disebabkan oleh kondisi lingkungan meliputi sifat tanah dan iklim yang berbeda dari kedua lokasi tersebut.Berdasarkan hasil analisis tanah yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa tektur tanah di daerah tambang lebih didominasi oleh pasir sebesar 71,33 % sedangkan pada daerah kebun hanya 67,54 %, tekstur tanah berpasir dinilai dapat mengurangi kemampuan tanaman dalam menyerap air, menyebabkan peningkatan suhu, dan menyebabkan mudah terjadinya erosi. Dari hasil analisis data menggunakan uji t taraf 0,05 didapat hasil bahwa rata-rata tinggi pulai menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, sedangkan rata-rata diameter, dan jumlah daun tanaman pulai di kedua lokasi menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada kedua lokasi.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 022 Isran Elnadi
Date Deposited: 16 Oct 2017 04:54
Last Modified: 16 Oct 2017 04:54
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12688

Actions (login required)

View Item View Item