RESPON JAGUNG HIBRIDA TERHADAP BEBERAPA DOSIS PUPUK FOSFOR DI ULTISOL

Kesumadewi, Melly and Rustikawati, Rustikawati and Hasanudin, Hasanudin (2017) RESPON JAGUNG HIBRIDA TERHADAP BEBERAPA DOSIS PUPUK FOSFOR DI ULTISOL. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Skripsi)
MELLY KESUMADEWI (SKRIPSI).pdf - Bibliography
Restricted to Registered users only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Upaya memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanaman jagung dapat dilakukan melalui pemupukan. Keterpenuhan unsur hara bisa berasal dari pemberian pupuk anorganik untuk memenuhi kebutuhan unsur hara dari adanya respon pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Pupuk anorganik mempunyai keunggulan seperti kandungan kadar hara tinggi, dosis fleksibel, mudah diaplikasikan dan mudah tersedia. Peningkatan produksi jagung ini dapat dilakukan dengan menyediakan kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung yaitu dengan perbaikan teknik budidaya jagung, menggunakan bibit jagung varietas unggul, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk Posfor yang terbaik pada 5 genotipe jagung. Penelitian dilakukan di Zona Pertanian Terpadu Medan Baru Kelurahan Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu, pada bulan Februari hingga Mei 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas dua faktor, faktor pertama genotipe jagung hibrida yaitu CT 7, CT 8, CT 9, CT 14, dan CT 15 dan faktor kedua dosis pupuk Posfor: 100 kg/ha, 200 kg/ha, dan 300 kg/ha. Sumber P yang digunakan yaitu pupuk TSP. Dari kedua faktor tersebut diperoleh 15 kombinasi perlakuan, dengan tiga ulangan, sehingga didapat 15 x 3 = 45 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara genotipe dan dosis pemupukan TSP. Genotipe CT 9 memiliki tinggi tanaman paling tinggi dibandingkan dengan genotipe lain yaitu 173,31 cm. Genotipe CT 7 memiliki diameter batang paling besar yaitu 23,84 mm. Selain itu, genotipe CT 7 juga memiliki jumlah daun dan jumlah biji per tongkol paling banyak yaitu 13,25 helai dan 381,11 biji.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 161 Septi Septi
Date Deposited: 16 Oct 2017 07:49
Last Modified: 16 Oct 2017 07:49
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12723

Actions (login required)

View Item View Item