PERTUMBUHAN DAN HASIL DELAPAN GENOTIPE CABAI KERITING NON HIBRIDA PADA TANAH MINERAL DI DATARAN RENDAH

Budiarto, Dian and Dwi, Wahyuni Ganefianti and Helfi, Eka Saputra (2017) PERTUMBUHAN DAN HASIL DELAPAN GENOTIPE CABAI KERITING NON HIBRIDA PADA TANAH MINERAL DI DATARAN RENDAH. Undergraduated thesis, UNIVERSITAS BENGKULU.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI DIAN BUDIARTO.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

PERTUMBUHAN DAN HASIL DELAPAN GENOTIPE CABAI KERITING NON HIBRIDA PADA TANAH MINERAL DI DATARAN RENDAH (Dian Budiarto, di bawah bimbingan Dwi Wahyuni Ganefianti dan Helfi Eka Saputra. 2016. 24 Halaman). Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman hortikultura penting di Indonesia bahkan di dunia. Dewasa ini, petani banyak menggunakan benih varietas hibrida, akan tetapi sebagian benih varietas tersebut merupakan benih impor yang memiliki harga relatife lebih mahal jika dibandingkan dengan harga benih non hibrida. Oleh karena itu pengembangan cabai varietas non hibrida yang berproduksi tinggi, diperlukan untuk mengurangi ketergantungan petani kepada produsen benih hibrida. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil terbaik dari delapan genotipe cabai keriting non hibrida di dataran rendah Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2015 sampai dengan Januari 2016 di lahan percobaan Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu yang berada pada ketinggian 13 meter diatas permukaan laut (m dpl). Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan faktor tunggal yaitu genotipe yang terdiri atas delapan genotipe: F 6159111-2-3-8-6, F 6120159-7-2-4-2, F 6120111-7-2-2-4, C120, Kopay, Yuni, SSP, Laris, dengan 3 ulangan, sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Setiap satuan percobaan ditanam 20 tanaman dan diambil 10 tanaman sebagai sampel. Perlakuan genotipe tanaman cabai di dataran rendah berpengaruh sangat nyata terhadap variabel panjang tangkai dan panjang buah, selanjutnya berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, diameter buah, jumlah buah total pertanaman. Pertumbuhan dan hasil terbaik secara umum ada pada genotipe Kopay memiliki tinggi tanaman paling tinggi (98,69 cm) dan jumlah buah total pertanaman (245 buah) dan genotipe F 6159111-2-3-8-6 memiliki jumlah buah total pertanaman dan bobot buah total pertanaman yang tinggi (218 buah dan 695,22 g).

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 17 Oct 2017 02:32
Last Modified: 21 Nov 2017 03:01
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12761

Actions (login required)

View Item View Item