TRADISI BUDAYA BATAK DALAM NOVEL TOBA DREAM KARYA TB. SILALAHI

Iqnasius, Thomson and Agustina, Emi (2017) TRADISI BUDAYA BATAK DALAM NOVEL TOBA DREAM KARYA TB. SILALAHI. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (thesis)
skrips THOMSON IQNASIUS.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only until 18 October 2017.
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (507kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tradisi dan budaya yang terkandung dalam novel Toba Dream karya Tb. Silalahi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan juga pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian ini adalah novel Toba Dream karya Tb. Silalahi dengan data yang diambil berupa teks-teks dari alur cerita novel Toba Dream karya Tb. Silalahi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka (library research) dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah membaca, membuat sinopsis, mendeskripsikan etnografi Tapanuli Utara, menganalisis, dan memberi kesimpulan. Kehidupan Batak Toba berputar seperti rantai makanan yang saling melengkapi, sesuai tingkatan atau derajat marganya. Suku Batak adalah suku yang menganut kepercayaan patriarkir, marga dapat diteruskan oleh laki-laki saja. Sedangkan wanita tidak memiliki peran kecuali peran boru. Keunikan dan keanehan tradisi budaya yang sampai sekarang diteladani oleh masyarakat Tapanuli Utara salah satunya adalah sebuah upacara adat kematian. Kematian awal dari sebuah kehidupan baru, maka tidak heran kalau kematian tidak diiringi tangisan melainkan kebahagisan. Nilai tradisi budaya yang terkandung dalam novel Toba dream dapat didiskripsikan dalam sembilan pembahasan 1. upacara adat kematian, 2. proses pernikahan, 3. marga dan tarombo, 4. tradisi lapo tuak 5. Rumah adat batak, 6. Peran anak laki-laki, dan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tradisi dan budaya Batak Toba seperti upacara kematian, pengarang secara tidak langsung mengkritik upacara adat itu sendiri. Kebiasaan orang batak toba khususnya laki-laki yang bermalas-malasan di lapo tuak sedangkan istrinya bekerja di ladang ditepis oleh Tb. Silalahi bahwa itu tidak benar. Pengambilan marga kepada gadis jawa. Marga dan tarombo adalah penerus ras Batak. Rumah adat batak jauh dari kebersihan dan kesehatan itu di kritik langsung oleh Tb. Silalahi. Peran anak laki-laki terkususnya anak pertama ada sebagai pengganti orang tua.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: P Language and Literature > PK Indo-Iranian
Divisions: Faculty of Education > Department of Indonesian Language and Literature Education
Depositing User: 021 Nanik Rahmawati
Date Deposited: 04 Apr 2019 08:12
Last Modified: 04 Apr 2019 08:12
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12858

Actions (login required)

View Item View Item