KEANEKARAGAMAN SUKU DARI SERANGGA PERMUKAAN TANAH DI LAHAN REKLAMASI PASCA TAMBANG BATU BARA PT. INTI BARA PERDANA KECAMATAN TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH PROVINSI BENGKULU

Oktariani, Ayu (2017) KEANEKARAGAMAN SUKU DARI SERANGGA PERMUKAAN TANAH DI LAHAN REKLAMASI PASCA TAMBANG BATU BARA PT. INTI BARA PERDANA KECAMATAN TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH PROVINSI BENGKULU. Undergraduated thesis, UNIVERSITAS BENGKULU.

[img] Archive (Tesis)
SKRIPSI Ayu Oktariani E1B012033.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only until 19 October 2017.
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (5MB)

Abstract

KEANEKARAGAMAN SUKU DARI SERANGGA PERMUKAAN TANAH DI LAHAN REKLAMASI PASCA TAMBANG BATU BARA PT.INTI BARA PERDANA KECAMATAN TABA PENANJUNG KABUPATEN BENGKULU TENGAH PROVINSI BENGKULU (Ayu Oktariani, di bawah bimbingan Dr. Ir. Wiryono, M.Sc dan M. Fajrin Hidayat S.Hut., M.Si. 2016. 38 halaman) Dalam usaha untuk memanfaatkan sumber daya alam dijumpai banyak dampak negatif. Salah satu pemanfaatan sumber daya alam tersebut adalah kegiatan penambangan batu bara. Kegiatan penambangan batu bara ini menimbulkan kerusakan tanah seperti tidak adanya lapisan top soil, tanah menjadi asam dan terjadi pemadatan tanah sehingga tanah tidak mampu untuk menyimpan dan meresap air pada musim hujan. Kegiatan penambangan ini berdampak pada terganggunya habitat organisme permukaan tanah yang hidup di daerah sekitar pertambangan akibat adanya perubahan lingkungan tersebut. Reklamasi lahan bekas tambang dilakukan setelah kegiatan penambangan untuk memperbaiki struktur dan tekstur tanah, sehingga tanah pun subur kembali dan menjadi habitat yang sesuai bagi beragam komponen hayati Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman suku serangga permukaan tanah dan mengetahui kesamaan suku serangga permukaan tanah yang terdapat pada areal reklamasi tambang yang masih terbuka (berumput) dan yang tertutup (sudah ada tegakan trembesi) yang terdapat pada areal reklamasi lahan tambang. Penelitian terdiri dari dua tahap, yaitu pemasangan pitfall-trap (perangkap jebak) dan identifikasi serta menghitung jumlah serangga yang telah didapat di lapangan. Pada tahap pemasangan pitfall-trap (perangkap jebak) terdapat satu plot berukuran 20 x 20 m dan 16 jebakan dengan jarak 5 x 5 m pada masing-masing lokasi. Pitfall trap di masing-masing unit lahan reklamasi dipasang dua kali yaitu pertama pada sore hari pukul 17.30 WIB kemudian diambil pukul 06.00 WIB pada hari berikutnya dan kedua pukul 06.30 WIB kemudian diambil pukul 17.00 WIB pada hari yang sama selama 6 hari berturut-turut. Sampel serangga yang masuk dalam perangkap kemudian dikoleksi dan dikelompokkan sesuai dengan pemasangan perangkap sehingga serangga yang dikoleksi dari perangkap pertama termasuk kelompok serangga yang aktivitasnya malam hari dan yang dipasang kedua termasuk serangga yang aktivitasnya siang hari. Pada tahap identifikasi dan perhitungan jumlah serangga menggunakan buku identifikasi dari Kanisius (1991), Borror (1992) dan Suin (1997). Kedua tahap penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Februari 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangga permukaan tanah yang ditemukan sebanyak 1.084 individu yang termasuk ke dalam 6 ordo dan 15 suku. Ordo yang ditemukan adalah Coleoptera, Orthoptera, Hemiptera, Hymenoptera, Diptera, Lepidoptera. Keseluruhan suku serangga permukaan tanah yang ditemukan adalah Acrididae, Grylidae, Formicidae, Mycetophagidae, Meloidae, Cicindalidae, Elateridae, Buprestidae, Hispidae, Pentatomida, Pyrhocoridae, Blatidae, Tipulidae, Dolichopodidae dan Arctiidae. Jumlah individu serangga permukaan tanah yang ditemukan pada lahan berumput pada siang hari lebih banyak 43% dibandingkan pada malam hari. Sedangkan Jumlah individu serangga yang ditemukan pada lahan bervegetasi trembesi pada malam hari lebih banyak 9% dibandingkan pada siang hari. Jumlah individu serangga permukaan tanah yang ditemukan secara keseluruhan pada lahan berumput dan bervegetasi trembesi pada siang hari lebih banyak 22,84% dibandingkan pada malam hari. Indeks keanekaragaman serangga permukaan tanah yang tertinggi terdapat pada lahan bervegetasi trembesi. Pada pengamatan siang hari dengan nilai 0,5802 dan 5036 pada malam hari. Hal ini berarti produktivitas cukup, kondisi ekosistem cukup seimbang, dan tekanan ekologis sedang. Sedangkan Indeks keanekaragaman serangga terendah terdapat pada lahan bervegetasi. Pada pengamatan siang hari dengan nilai 0,1844 dan 0,5042 pada malam hari. Indeks kesamaan suku serangga permukaan tanah tertinggi yang ditemukan pada kedua kategori pengamatan yaitu lahan berumput di siang dan malam hari dengan nilai 94%. Hal ini berarti indeks kesamaan suku serangga permukaan tanah yang ditemukan pada kedua lokasi tersebut hampir sama karena mendekati nilai 100%. Penelitian ini perlu dilakukan lebih lanjut terhadap species serangga permukaan tanah yang ditemukan sehubungan peranannya dalam menjaga berlangsungnya siklus hara pada lahan penambangan batu bara. Fauna tanah tersebut berperan dalam perombakan bahan organik untuk menjaga kesuburan dan siklus hara dalam ekosistem tersebut. Bagi para penambang, setelah melakukan penambangan diharapkan untuk segera mungkin melakukan reklamasi pada lahan-lahan yang telah dilakukan penambangan. (Program Studi Kehutanan, Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu)

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 19 Oct 2017 03:05
Last Modified: 19 Oct 2017 03:05
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12902

Actions (login required)

View Item View Item