RESPON PERTUMBUHAN AWAL BIBIT GAHARU (Aquilaria malaccensis) TERHADAP PUPUK NPK DI BAWAH TEGAKAN KARET (Hevea brasiliensis) DAN SAWIT (Elaeis guineensis) DI DESA MEGANG SAKTI IV KABUPATEN MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN

Sihombing, Mega (2017) RESPON PERTUMBUHAN AWAL BIBIT GAHARU (Aquilaria malaccensis) TERHADAP PUPUK NPK DI BAWAH TEGAKAN KARET (Hevea brasiliensis) DAN SAWIT (Elaeis guineensis) DI DESA MEGANG SAKTI IV KABUPATEN MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN. Undergraduated thesis, UNIVERSITAS BENGKULU.

[img] Archive (Tesis)
Skripsi Mega Sihombing.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only until 19 October 2017.
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

RESPON PERTUMBUHAN AWAL BIBIT GAHARU (Aquilaria malaccensis) TERHADAP PUPUK NPK DI BAWAH TEGAKAN KARET (Hevea brasiliensis) DAN SAWIT (Elaeis guineensis) DI DESA MEGANG SAKTI IV KABUPATEN MUSI RAWAS (Mega Sihombing, dibawah bimbingan Dr.Ir.Hery Suhartoyo., M.Sc dan Ir.Deselina., MP 2016) Pemamfaatan lahan dengan menggunakan tanaman perkebunan menjadi hal yang banyak dikelola masyarakat khususnya tanaman sawit dan tanaman karet, hal ini disebabkan faktor ekonomi yang semakin meningkat dan hasil yang diperoleh lebih cepat dirasakan dibanding tanaman kehutanan. Apabila hal ini terus terjadi keberadaan hutan dan plasma nutfah di dalamnya akan hilang yang ujungnya akan berpengaruh pada keseimbangan ekosistem. Di daerah Musi Rawas hampir semua masyarakat memfaatkan lahan dengan menanam sawit dan karet. Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) Lakitan di Musi Rawas mulai membuat kegiatan agar hal tersebut tidak terjadi, dengan mengajak masyarakat menanam kayu gaharu di sela tanaman sawit dan tanaman karet, dengan harapan tanaman ini kedepannya dapat menggantikan tanaman sawit dan tanaman karet sehingga hasil yang diperoleh berupa tanaman kehutanan. Kayu gaharu adalah hasil hutan bukan kayu (HHBK) dalam bentuk gumpalan, serpihan atau bubuk yang memiliki aroma khas. Gaharu bukanlah nama tumbuhan, tetapi sebagai hasil dari pohon atau kayu tertentu. Salah satu jenis penghasil gaharu adalah (Aquilaria malaccensis), spesies ini merupakan salah satu spesies penghasil gaharu yang memiliki kualitas tinggi dan bernilai komersial. Sebelumnya, di Kabupaten Musi Rawas sebaran gaharu yang berada di daerah tersebut tumbuh secara alami. Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bibit gaharu yaitu tempat tumbuh dan faktor naungan. Bibit gaharu bersifat semitoleran butuh naungan pada pertumbuhan awal, penanam gaharu pada tanaman sawit dan tanaman karet perlu penambahan pupuk untuk mendukung pertumbuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pertumbuhan awal bibit gaharu (Aquilaria malaccensis) pada tegakan karet dan tegakan sawit. Penelitian dilakukan di Desa Megang Sakti IV Kecamatan Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan pada bula Desember 2015 – Maret 2016. Rancangan percobaan yang digunakan ialah rancangan petak terbagi (split plot) dengan pola dasar acak lengkap (RAKL). Petak utama adalah tempat tumbuh dengan 2 taraf perlakuan yaitu lahan karet dan lahan sawit. Anak petak adalah dosis pupuk dengan 4 taraf perlakuan yaitu dosis 0, 15 , 20, 25 gram. Percobaan terdiri dari 3 kali ulangan, setiap unit 3 tanaman sehingga secara keseluruhan yaitu 72 tanaman. Analisis data yang digunakan ialah analisis varian terhadap pertambahan tinggi, pertambahan diameter, pertambahan jumlah daun, klorofil daun dan luas daun. Jika hasil analisis varian menunjukkan beda nyata akan dilanjut dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) taraf 5 %. Respon pertumbuhan awal bibit gaharu (Aquilaria malaccensis) terhadap faktor pada lahan sawit dan lahan karet berpengaruh nyata untuk semua variabel pengamatan. Respon pertumbuhan bibit pada lahan sawit lebih baik terhadap rata-rata pertambahan tinggi pada pengamatan terakhir 12,79 cm , rata-rata pertumbuhan diameter 0,61 mm, rata-rata pertambahan jumlah helai daun (2 helai/2minggu), rata-rata luas daun (781801,33 mm2). Perlakuan dosis pupuk NPK yang paling berpengaruh 25 gr untuk variabel tinggi, variabel diameter ,variabel jumlah daun pada lahan sawit. (Program Studi Kehutanan, Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu)

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 19 Oct 2017 04:03
Last Modified: 19 Oct 2017 04:03
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/12928

Actions (login required)

View Item View Item