PENGAMBILAN KEPUTUSAN ABORSI PADA REMAJA HAMIL DI LUAR NIKAH

Ardiansyah, Latif (2016) PENGAMBILAN KEPUTUSAN ABORSI PADA REMAJA HAMIL DI LUAR NIKAH. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Tesis)
SKRIPSI.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (635kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengambilan keputusan aborsi pada remaja hamil di luar nikah, upaya dan cara melakukan aborsi, serta dampak melakukan aborsi. Studi kasus desa Rawa Indah Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara berupa catatan tertulis, dan analisis berbasis teri aksi. Penelitian ini menghasilkan temuan berikut: pertama, kasus aborsi di desa Rawa Indah terjadi pada remaja usia 18 sampai 19 tahun sebanyak 3 orang dipilih berdasarkan teknik snow ball. Informan menjadi korban secara fisik, psikologi, sosial dan ekonomi ketika melakukan hubungan seksual karena konstruksi nilai dalam kehidupan sosial mereka. Ketimpangan gender yang terjadi dalam hubungan pacaran yang tadinya setara menjadi timpang dikarena informan semakin menggantungkan dirinya kepada pasangan. Konstruksi patriaki tentang seksualitas membatasi dan mempengaruhi dalam berbagai aspek kehidupan. Seperti ketika pasangan mereka meminta bahkan memaksa untuk melakukan hubungan seks, para informan tidak berkuasa untuk menolak walaupun mereka sendiri tidak menginginkan hal tersebut. Kedua, aborsi terjadi karena: a). faktor internal yaitu rasa ketidak nyamanan dalam dirinya seperti mual-mual, pusing, sakit kepala, perubahan payu dara, perubahan berat badan yang meningkat, terlambat manstruasi. Selain itu untuk menutupi rasa malu dan tidak percaya diri karena ia merasa orang lain mengatuhui kehamilannya mesipun orang lain sebenarnya tidak mengetahui kehamilannya. b). faktor ekternal yaitu mendapat informasi mengenai bagaimana cara pengambilan keputusan menggugurkan kandungan, seperti dari temannya yang sudah berpengalaman serta informasi dari media internet. Cara informan melakukan aborsi seperti, minum air tape, sprite, nanas muda, pisang dicampur dengan rinso, cytotex serta diurut ke tukang pijat. Akibatnya perempuan harus menanggung konsekuensi resiko kesehatan fisik seperti, mengalami keputihan yang berlebihan dan inveksi pada saluran pembuangan air kecil. Kemudian resiko psikologisnya, seperti munculnya rasa bersalah terhadap dirinya sendiri, menyesal telah membunuh bayinya dan merasa berdosa. Terakhir resiko masa depan remaja, seperti, rasa takut apabila terjadi gangguan kesuburan pada janinnya sehingga tidak bisa punya anak.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Sociology
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 20 Oct 2017 03:34
Last Modified: 20 Oct 2017 03:34
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/13026

Actions (login required)

View Item View Item