KAJIAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BURGO PADA PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA (MURATARA) PROVINSI SUMATERA SELATAN

Iskandar, Mizi and Setianto, Johan and Warnoto, Warnoto (2017) KAJIAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN AYAM BURGO PADA PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA (MURATARA) PROVINSI SUMATERA SELATAN. Undergraduated thesis, UNIVERSITAS BENGKULU.

[img] Archive (Tesis)
MIZI ISKANDAR SKRIPSI OK.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Ayam burgo merupakan hasil persilangan dari ayam hutan merah jantan (gallusgallus) dengan ayam buras betina (gallus domestika).Ayam burgo betina mempunyai tingkat produksi telur yang tinggi. Namun tingkat produksi yang tinggi tidak diikuti dengan tingkat populasi yang tinggi, hal ini menyebabkan penurunan populasi pada ayam burgo. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen ayam burgo pada peternak ayam burgo di Kabupaten Musi Rawas Utara dalam upaya perbaikan dan meningkatkan populasi ayam burgo. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan mulai tanggal 12 januari sampai 12 maret 2016 di 9 desa dari 4 kecamatan di Kabupaten Musi Rawas Utara. Penelitian ini menggunakan alat berupa kuisioner, kamera dan alat tulis dan peternak ayam burgo sendiri menjadi responden penelitian. Penelitian dilakukan dengan metode snowball sampling atau metode bola salju dan dilakukan wawancara langsung terhadap peternak ayam burgo. Variabel yang diamati yaitu data ayam burgo, manajemen ayam burgo meliputi tujuan memelihara, manajemen pemeliharaan, manajemen kandang, manajemen pakan, manajemen penanganan dan pencegahan penyakit dan produksi. Hasil penelitian yang didapatkan tercatat populasi ayam burgo dari 28 responden terdiri dari 52 ekor ayam burgo jantan, 24 indukan dan 35 anakan. Sebagian besar responden atau 39,29% memelihara ayam burgo sebagai hobi dengan pengalaman lama memelihara ayam burgo rata-rata selama satu sampai dua tahun. Ayam burgo dipelihara dengan cara dikandangkan, dipancang dengan tali dan diliarkan. Kandang ayam burgo yang digunakan memiliki dua sistem kandang yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Pemberian pakan oleh peternak dilakukan dengan perkiraan tanpa memperhatikan kebutuhan nutrisi pada ternak dengan rata-rata pemberian 100 g/ekor/hari. Produksi telur yang masih rendah dengan rata-rata produksi telur ayam burgo per ekor per tahun yaitu 23,4 butir. Hal tersebut menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan yang dilakukan oleh peternak masih dilakukan secara tradisional dan perlu diperbaiki menurut kaidah-kaidah manajemen yang baik untuk meningkatkan populasi ayam burgo. (Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu)

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 23 Oct 2017 03:04
Last Modified: 23 Oct 2017 03:04
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/13091

Actions (login required)

View Item View Item