PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN TEPUNG BUAH ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC) SEBAGAI PENGAWET DAGING SAPI TERHADAP DAYA SIMPAN, NILAI pH, SUSUT MASAK DAN UJI ORGANOLEPTIK

Istiqamah, Nursaadah and Soetrisno, Edi and Dwatmadji, Dwatmadji (2017) PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN TEPUNG BUAH ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC) SEBAGAI PENGAWET DAGING SAPI TERHADAP DAYA SIMPAN, NILAI pH, SUSUT MASAK DAN UJI ORGANOLEPTIK. Undergraduated thesis, UNIVERSITAS BENGKULU.

[img] Archive (Tesis)
Skripsi Nursaadah Istiqamah.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Daging merupakan salah satu komoditi peternakan yang dibutuhkan untuk memenuhi protein hewani asal ternak yang mengandung susunan asam amino lengkap. Daging merupakan media bagi pertumbuhan dan perkembangbiakkan mikroba sehingga dapat menurunkan kualitas daging. Penurunan kualitas daging dapat diindikasikan melalui perubahan warna, rasa, aroma bahkan pembusukan. Usaha untuk meningkatkan kualitas daging dilakukan melalui penanganan yang lebih baik sehingga dapat mengurangi kerusakan atau kebusukan selama penyimpanan. Salah satu tanaman rempah yang khas dijumpai di Sumatera Utara adalah andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.). Di Indonesia, tumbuhan rempah yang satu ini hanya terdapat di Kabupaten Toba Samosir dan Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada daerah berketinggian 1.500 m dpl. Selain di Sumatera Utara, andaliman yang masuk dalam famili Rutacea (keluarga jeruk–jerukan) terdapat di India, RRC, dan Tibet. Bentuknya mirip lada (merica) bulat kecil, berwarna hijau, tetapi jika sudah kering, agak kehitaman. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2015 bertempat di kelurahan Rawamakmur. Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan dibedakan berdasarkan taraf pemberian larutan tepung buah andaliman 0%, 10%, 20%, 30%. Data yang diamati adalah daya simpan, pH, susut masak, dan uji organoleptik. Data dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) perbedaan yang terjadi dilakukan uji lanjut (DMRT). Hasil analisis ragam menujukkan rataan nilai pH daging sapi yaitu 5,11 – 6,72. Rataan susut masak pada penelitian ialah 36,84 – 52,41 sedangkan uji organoleptik daging sapi menunjukkan pengaruh terhadap aroma sehingga tidak tengik, nilai keempukan daging sapi ialah empuk hingga biasa dan rasa daging sapi terasa enak dan seperti mint dimulut dengan rasa pedas dan getir yang khas. Kesimpulan pemberian tepung buah andaliman dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dapat memperbaiki kualitas daging sapi pada lama penyimpanan 12 jam sampai 33 jam, meningkatkan nilai pH, tidak mengubah nilai susut masak, sedangkan uji organoleptik masih dapat diterima oleh panelis karena sampai waktu 12 jam daging sapi masih tahan untuk dikonsumsi. (Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu)

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Animal Science
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 02 Nov 2017 04:04
Last Modified: 27 Nov 2017 02:55
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/13104

Actions (login required)

View Item View Item