PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH ARA (Ficus racemose L.) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN SEDIAAN PELEMBAB GEL MENGGUNAKAN TEKNOLOGI THIXOGEL

INDRIANI, VERA (2016) PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH ARA (Ficus racemose L.) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN SEDIAAN PELEMBAB GEL MENGGUNAKAN TEKNOLOGI THIXOGEL. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Tesis)
SKRIPSI VERA INDRIANI F1B011006.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Kandungan gizi dari buah ara sangat bermanfaat dalam menjaga kesegaran kulit. Pada penelitian ini digunakan ekstrak daging buah ara ( Ficus racemose L.) sebagai bahan tambahan sediaan pelembab gel menggunakan teknologi thixogel. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan ekstrak daging buah ara sebagai bahan tambahan pada sediaan pelembab gel dan membandingkan dengan kontrol negatif (pelembab gel tanpa menggunakan ekstrak daging buah ara dan pelembab gel menggunakan etanol 96 % sebanyak 2 g) dan kontrol positif (produk komersial). Tahapan penelitian dimulai dengan maserasi daging buah ara selama 3 hari menggunakan pelarut etanol 96 %. Variasi formula pelembab gel dari ekstrak buah ara pada penelitian ini yaitu F1 (0,4 g ekstrak daging buah ara), F2 (0,8 g ekstrak daging buah ara), F3 (1,2 g ekstrak daging buah ara), F4 (1,6 g ekstrak daging buah ara) dan F5 (2,0 g ekstrak daging buah ara) serta kontrol negatif. Evaluasi dilakukan selama 28 hari yaitu H 0 , H 7 , H 14 , H 21 dan H , adapun parameter yang diuji yaitu pH, viskositas, kestabilan dan dilanjutkan dengan uji iritasi pada 6 orang panelis serta uji organoleptik 20 orang panelis. Uji iritasi dan uji organoleptik diambil berdasarkan nilai yang terbaik dari uji evaluasi yaitu F5, karena memiliki pH pelembab gel dari F5 yang mendekati pH kulit yaitu 5,624 dan viskositas pelembab gel dari F5 yaitu 53.30 P atau 5330 cP masih dalam standar SNI untuk pelembab. Berdasarkan uji iritasi, pelembab gel F5, K-1 dan K2 tidak menimbulkan iritasi pada kulit seperti gatal-gatal. Uji organoleptik diperoleh dari pengisian kuisioner oleh 20 orang panelis dengan kriteria penilaian kelembapan, kelembutan, aroma dan homogenitas dari pelembab gel. Hasil dari kuisioner diolah ke SPSS dengan menggunakan metode Kruskal-Wallis. Nilai α yang digunakan 1 % dan hasil dari pengolahan data di peroleh nilai probabilitas ρ<α mak a H0 dit olak b e rarti anta ra F5, K -1, K-2 dan K+ ada perbedaan antara tingkat melembutkan dan melembabkan kulit, aroma serta homogenitas dari pelembab gel sehingga di lanjutkan dengan uji U Mann-whitney. Pada Uji U Mann-whitney diperoleh nilai probabilitas dari F5 dan K-2 ρ>α sedangk an K -1 ρ<α sehin gga u ntuk F5 dan K-2, H0 diterima berarti tidak ada perbedaan antara F5, K-2 dengan K+ dari tingkat melembabkan dan melembutkan kulit, aroma serta homogenitas dari pelembab gel, sedangkan untuk K-1 H0 ditolak berarti ada perbedaan antara K-1 dengan K+ dari tingkat melembabkan, melembutkan kulit, aroma serta homogenitas pelembab gel. Kata Kunci: Ficus racemose L., Kruskal-wallis, Maserasi, Organoleptik, 28 Pelembab gel, Thixogel, U Mann-whitney

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Faculty of Math & Natural Science > Department of Chemistry Science
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 24 Oct 2017 02:04
Last Modified: 24 Oct 2017 02:04
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/13188

Actions (login required)

View Item View Item