ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBERIAN ASISTENSI SOSIAL BAGI PENYANDANG DISABILITAS BERAT (ASPDB) OLEH DINAS SOSIAL DI KOTA BENGKULU TAHUN 2014

SULASTRIS, SEPTY (2016) ANALISIS IMPLEMENTASI PEMBERIAN ASISTENSI SOSIAL BAGI PENYANDANG DISABILITAS BERAT (ASPDB) OLEH DINAS SOSIAL DI KOTA BENGKULU TAHUN 2014. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (thesis)
BAB I-VI.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (7MB)

Abstract

Adanya masalah-masalah disabilitas telah melahirkan upaya-upaya pemenuhan hak-hak bagi penyandang disabilitas. Di Indonesia, Pemerintah melalui Kementerian Sosial telah mulai memberikan upaya perlindungan sosial terhadap orang dengan kecacatan berat, salah satunya melalui program Asistensi Sosial bagi Penyandang Disabilitas Berat( ASPDB) yang telah dilaksanakan sejak tahun 2006. Sasaran dari program ASPDB ini adalah para penyandang disabilitas berat dengan kondisi perekonomian keluarga yang tergolong miskin. Adapun tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup dan perawatan sehari-hari penyandang disabilitas berat agar taraf kehidupannya dapat terpenuhi secara wajar, tumbuhnya kepedulian keluarga dan masyarakat dalam melakukan perawatan dan bimbingan sosial bagi penyandang disabilitas berat, serta tumbuhnya upaya-upaya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Penelitian ilmiah dilakukan untuk mendeskripsikan “Analisis Implementasi Pemberian Asistensi Sosial Bagi Penyandang Disabilitas Berat (ASPDB) Oleh Dinas Sosial di Kota Bengkulu Tahun 2014”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yaitu menggambarkan secara jelas apa data dan fakta yang ditemukan di lapangan. Aspek yang digunakan mengadopsi Teori Merilee S. Grindle dan Keputusan Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan ASPDB yakni tipe manfaat, pelaksana program dan letak pengambilan keputusan. Dari hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa Implementasi Program ASPDB di Kota Bengkulu Tahun 2014 belum berhasil dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa rangkuman wawancara yang telah dilakukan. Adanya Inkonsistensi antara penggunaan istilah yang digunakan Dinas Sosial Kota Bengkulu dengan istilah pada Keputusan Dirjen Rehabilitasi Sosial, telah berakibat pada perbedaan pemahaman antar keduanya, serta ketidak jelasan peraturan yang dimuat dalam Keputusan Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan ASPDB pada akhirnya menimbulkan masalah-masalah yang berdampak pada belum berhasilnya implementasi program ASPDB ini. Program belum dapat secara optimal mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, ketidakterlibatan beberapa pihak pelaksana program, mekanisme pelaksanaan program yang tidak sesuai dengan apa yang diatur dalam pedoman pelaksanaan, serta program yang dinilai sudah tidak sesuai dengan keadaan yang ada dilapangan. Adapun rekomendasi untuk membuat pelaksanaan kebijakan ini menjadi berhasil dengan baik adalah diperlukan adanya keterlibatan dari semua pihak pelaksana dalam implementasi program, perlu adanya penyesuaian kembali mengenai tujuan program dengan kondisi penyandang disabilitas saat ini di masyarakat, juga diperlukan keterlibatan masyarakat dalam penanganan para penyandang disabilitas, serta juga sebagai kontrol sosial dalam pelaksanaan program ASPDB ini. Kata Kunci: Implementasi, Program Bantuan Sosial, Penyandang Disabilitas, Penyandang Disabilitas Bengkulu

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Public Administration
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 30 Oct 2017 08:31
Last Modified: 30 Oct 2017 08:31
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/13560

Actions (login required)

View Item View Item