PERILAKU POSITIF GENG MOTOR DALAM SINETRON ANAK JALANAN (Analisis Semiotika John Fiske Pada Sinetron Anak Jalanan Di RCTI)

BAKAR SIDIQ, YUDHA (2016) PERILAKU POSITIF GENG MOTOR DALAM SINETRON ANAK JALANAN (Analisis Semiotika John Fiske Pada Sinetron Anak Jalanan Di RCTI). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (thesis)
SKRISI, YUDHA BAKAR SIDIQ, D1E012012.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Sinetron Anak Jalanan adalah sinetron yang sangat digemari oleh masyarakat sekarang ini, dan hingga saat ini sinetron tersebut masih menjadi tayangan dengan rating tertinggi. Sinetron ini menceritakan tentang 2 kelompok geng motor yang memiliki sifat berbeda. Dimana salah satu geng motornya yaitu geng motor warrior memiliki perilaku baik sedangkan geng motor serigala memiliki perilaku yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku positif geng motor di dalam sinetron Anak Jalanan. Penelitian menggunakan metode analisis semiotik John Fiske pada level realitas. Maka peneliti meneliti 8 kode di dalam kode realitas yaitu kode perilaku, kode gaya berbicara, kode penampilan, kode mimik muka, kode riasan, kode ekpresi, kode gerakan dan kode kostum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kode perilaku pada level realitas menunjukkan kalau geng motor di sinetron anak jalanan memiliki perilaku positif, seperti anak geng motor di sinetron sering menolong orang kesusahan , bersedekah dan juga taat beribadah. Pada kode lingkungan juga menunjukkan kalau geng motor balapan di sirkuit balapan bukan di jalan raya. Dan kode selanjutnya yang menunjukkan sifat positif geng motor adalah kode penampilan, di dalam sinetron anak jalanan geng motor warrior menggunakan pakaian yang rapi dan juga sopan dimanapun mereka berada. Pada kode gaya berbicara, anak geng motor di sinetron anak jalanan berbicara dengan lembut dan sopan dengan orang yang lebih tua. Pada kode ekpresi, geng motor di sinetron anak jalanan selalu berekpresi senyum dalam keadaan sedih maupun senang dan juga ekpresi marah juga bisa nampak tapi tidak terlihat. Pada kode gerakan, anggota geng motor selalu menaatin peraturan dari gurunya dan selalu menerima hukuman yang sesuai dengan kesalahannya, pada kode riasan anggota geng motor di sinetron anak jalanan selalu memakai make up dan minyak rambuk agar kelihatan rapi dan kode terakhir adalah kode kostum, geng motor di sinetron anak jalanan berpakaian rapi dan jika di sekolah mereka selalu memakai dasi untuk mematuhi peraturan sekolahnya. Kata Kunci : Semiotika, Geng Motor, Perilaku Baik

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Communication
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 02 Nov 2017 02:04
Last Modified: 02 Nov 2017 02:04
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/13770

Actions (login required)

View Item View Item