ANALISIS PESAN NON-VERBAL DALAM UPACARA PERNIKAHAN ADAT SUKU REJANG DI DAERAH LEBONG

ALIF KINASA, ZHAFRAN (2016) ANALISIS PESAN NON-VERBAL DALAM UPACARA PERNIKAHAN ADAT SUKU REJANG DI DAERAH LEBONG. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (thesis)
SKRIPSI - ZHAFRAN ALIF KINASA (D1E12037).pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Upacara pernikahan adat menjadi menarik manakala dilihat dari berbagai makna yang terkandung di dalamnya, dan di antaranya adalah adanya lambang dan simbol yang dipadu-padankan dengan kekhasan budaya. Dalam masyarakat Rejang, pernikahan adat merupakan suatu perwujudan harkat dan martabat. Berangkat dari hal tersebut, penelitian ini pun dilatar belakangi dari pemaknaan setiap tahapan pernikahan adat suku Rejang yang pada dasarnya memiliki simbol dan lambang yang diwariskan melalui sejarah dan pesan non-verbal sebagai petanda interaksi dan digunakan masyarakat adat dalam suku tersebut. Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui apa saja tahapan dan untuk memahami makna yang terkandung dalam pesan non-verbal dalam tahapan upacara pernikahan tersebut. Metode yang digunakan adalah menggunakan analisis kualitatif, dengan teknik pengumpulan data seperti wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, kajian literatur dan pustaka. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa tahap upacara pernikahan adat suku Rejang dimulai dari tahap Bekulo yang menenadakan bahwa bukti keseriusan menuju ke tahap pernikahan, dan terdapat nilai dan norma kesopanan serta musyawarah dan mufakat didalamnya. Tahap selanjutnya dalah Temegok Tarup yang mengisyaratkan tentang kebersamaan warga setempat dalam bergotong-royong dan menyambut pernikahan tersebut. Kemudian tahap selanjutnya demapet sematen, yang mana menandakan bahwa pengantin disambut dengan baik oleh keluarga pasangannya, dengan suka cit a, har apan dan do’a. P ada tahap aka d nikah menunjukan bagaimana masyarakat Rejang sebagai manusia yang beragama menggunakan cara agama Islam dalam Akad nikah dan dipadukan dengan cara adat. Acara selanjutnya adalah jamuan kutai dan bimbang atau perayaan yang merupakan ungkapan terima kasih dari tuan rumah. Pada tahap terakhir dari upacara pernikahan adat ini adalah K em’o k T arup dan Mbuk Mei Ngenyan. Kata Kunci : Pernikahan Adat, Suku Rejang, Pesan Non-Verbal

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Communication
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 02 Nov 2017 02:07
Last Modified: 02 Nov 2017 02:07
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/13772

Actions (login required)

View Item View Item