IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP PEKERJAAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KEBERFUNGSIAN SOSIAL KLIEN (Studi Kasus Pada Kegiatan Konseling Kelompok Korban NAPZA di IPWL KIPAS Kota Bengkulu)

Inda Erlina, Meike (2016) IMPLEMENTASI PRINSIP-PRINSIP PEKERJAAN SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KEBERFUNGSIAN SOSIAL KLIEN (Studi Kasus Pada Kegiatan Konseling Kelompok Korban NAPZA di IPWL KIPAS Kota Bengkulu). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (thesis)
skripsiku pdf.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (911kB)

Abstract

Pekerjaan sosial memiliki prinsip-prinsip dasar dalam menjalankan prakteknya. Salah satu lembaga yang menerapkan prinsip-prinsip pekerjaan sosial adalah IPWL KIPAS Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi prinsip-prinsip pekerjaan sosial dalam meningkatkan keberfungsian sosial klien korban Napza di IPWL KIPAS Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi partisipatif, wawancara mendalam, Analisis dokumen dan catatan harian peneliti. Hasil Penelitian ini dianalisi menggunakan teknik kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 prinsip yang meliputi Acceptance, Non Judgemental, Individualisasi, Self Determination, Genuine, Mengontrol keterlibatan emosional dan Kerahasiaan (Confidentiality) terdapat 3 prinsip yang tidak diterapkan yaitu prinsip Self Determination, Mengontrol keterlibatan emosional dan Kerahasiaan (Confidentiality). Tetapi implementasi dari prinsip-prinsip ini memberikan pengaruh terhadap peningkatan keberfungsian sosial yakni perubahan perilaku dan kemampuan klien menyusun rencana kehidupannya meskipun hasilnya kurang maksimal dikarenakan hambatan-hambatan yang berasal baik dari klien maupun pekerja sosialnya. Sehingga peneliti merekomendasikan kepada lembaga dan pekerja sosial yakni : a. Lembaga memfasilitasi pekerja sosial untuk meningkatkan kapasitasnya (capacity building), Lembaga memenuhi sarana dan prasarana sesuai dengan standar sebuah lembaga rehabilitasi, Lembaga menciptakan mekanisme dan metode konseling yang fleksibel, Lembaga menciptakan lingkungan yang kondusif agar terjaganya kerahasiaan klien selama konseling, b. Pekerja Sosial menambah kapasitas (capacity building) dengan mengikuti pelatihan-pelatihan konselor, Pekerja sosial menciptakan metode konseling yang tepat dan fleksibel sesuai masalah yang dihadapi klien, Pekerja sosial menciptakan suasana yang kondusif dan tepat untuk menjaga kerahasiaan klien selama konseling.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Social & Politics Science > Department of Social Welfare
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 02 Nov 2017 03:31
Last Modified: 02 Nov 2017 03:31
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/13816

Actions (login required)

View Item View Item