INVESTIGASI POTENSI DAN TINGKAT KERAWANAN LONGSOR DISEPANJANG JALUR LINTAS TABA PENANJUNG-KEPAHIANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

SUPARNI, SUPARNI (2016) INVESTIGASI POTENSI DAN TINGKAT KERAWANAN LONGSOR DISEPANJANG JALUR LINTAS TABA PENANJUNG-KEPAHIANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (thesis)
Skripsi_SUPARNI_F1C012005.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (5MB)

Abstract

Longsor merupakan bergeraknya massa regolith dari keseimbangan awal untuk mencapai keseimbangan baru. Longsor dapat terjadi pada kondisi topografi yang berlereng curam hingga landai. Jalur lintas Taba Penanjung-Kepahiang merupakan daerah yang memiliki topografi yang berlereng hingga curam dengan kemiringan >45° yang berakibat daerah ini memiliki potensi terhadap longsor. Penelitian tentang longsor ini telah dilakukan di sepanjang jalan lintas Taba Penanjung pada koordinat 3.70087º LS - 102.51459° BT hingga Kepahiang pada koordinat 3.66469º LS – 102.56600º BT. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui potensi dan tingkat kerawanan longsor di sepanjang jalur lintas Taba Penanjung-Kepahiang. Penelitian daerah potensi dan tingkat kerawanan longsor ini dilakukan dengan mengamati parameter penyebab seperti kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dan jenis batuan. Masingmasing parameter penyebab longsor kemudian diberi skoring. Semakin besar nilai skoring yang diberikan maka semakin besar pengaruhnya terhadap longsor. Pemetaan hasil skoring penentuan daerah potensi dan tingkat kerawanan longsor diolah menggunakan GMT (Global mapping tools). Jumlah titik lokasi yang memiliki potensi dan tingkat kerawanan longsor di daerah penelitian dibedakan menjadi 4 kelas yaitu sangat rawan (19 titik lokasi), rawan (6 titik lokasi), kurang rawan (4 titik lokasi) dan tidak rawan (1 titik lokasi). Daerah yang memiliki potensi dan tingkat kerawanan longsor ini memiliki kemiringan lereng rata-rata >70 o . Besarnya potensi dan tingkat kerawanan longsor akan mempengaruhi besarnya resiko longsor yang terjadi. Untuk mengurangi resiko yang terjadi perlu dilakukan upaya mengurangi potensi longsor dengan melakukan pengontrolan tata guna lahan dan dilakukan reboisasi pada lahan yang pepohonannya kurang. Kata kunci: Longsor, Potensi dan tingkat kerawanan, Taba Penanjung-Kepahiang

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: Q Science > QC Physics
Divisions: Faculty of Education > Department of Physic Education
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 03 Nov 2017 01:41
Last Modified: 03 Nov 2017 01:41
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/13887

Actions (login required)

View Item View Item