PEMANFAATAN FORMULASI SALEP EKSTRAK BATANG PATAH TULANG (Euphorbia tirucalli L.) DAN DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DALAM REGENERASI SEL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI DANGKAL TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) SPRAGUE DAWLEY SECARA IN VIVO

Ramadhanti, Fitri and Manaf, Syalfinaf and Reza, Pertiwi (2019) PEMANFAATAN FORMULASI SALEP EKSTRAK BATANG PATAH TULANG (Euphorbia tirucalli L.) DAN DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) DALAM REGENERASI SEL TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI DANGKAL TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) SPRAGUE DAWLEY SECARA IN VIVO. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text
Fitri Ramadhanti (F1D014055) SKRIPSI.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (3MB)

Abstract

Penyembuhan luka merupakan suatu proses penggantian jaringan yang mati atau rusak dengan jaringan yang baru melalui proses regenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa konsentrasi efektif dan bagaimana pengaruh formulasi salep ekstrak batang patah tulang dan daun mengkudu terhadap penyembuhan luka insisi dangkal tikus putih jantan Sprague Dawley secara in vivo. Tahapan penelitian dimulai dengan pembuatan ekstrak dari batang batang patah tulang dan daun mengkudu melalui metode maserasi, formula sediaan salep yang dibuat yaitu dosis 10% dari sediaan salep jadi dengan berat 20 gram. Sebanyak 28 ekor tikus putih jantan dibagi kedalam 7 kelompok perlakuan dengan 4 kali ulangan. Pada kelompok K(-) luka insisi tanpa perlakuan, kelompok K(+) luka insisi dengan pemberian Povidon Iodine 10% sebanyak 2 tetes, P1 luka insisi dengan pemberian salep formula ekstrak batang patah tulang 100% dan daun mengkudu 0%, P2 luka insisi dengan pemberian salep formula ekstrak batang patah tulang 0% dan daun mengkudu 100%, P3 luka insisi dengan pemberian salep formula ekstrak batang patah tulang 25% dan daun mengkudu 75%, P4 luka insisi dengan pemberian salep formula ekstrak batang patah tulang 50% dan daun mengkudu 50% dan P5 luka insisi dengan pemberian salep dengan formula ekstrak batang patah tulang 75% dan daun mengkudu 25%. Parameter yang diamati yaitu dengan melihat histopatologi kulit luka insisi dan akan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil yang didapat yaitu Formulasi salep yang efektif adalah formulasi III dan pemanfaatan formulasi salep berpengaruh terhadap regenerasi sel penyembuhan luka insisi dangkal melalui beberapa fase penyembuhan yaitu fase inflamsi, TNF-α, re-vaskularisasi dan fase proliferasi. Kata kunci : batang patah tulang, daun mengkudu, salep, tikus putih jantan, luka insisi, regenerasi sel, histopatologi.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Faculty of Education > Department of Biology Education
Depositing User: 58 lili haryanti
Date Deposited: 01 Aug 2023 04:39
Last Modified: 01 Aug 2023 04:39
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/14014

Actions (login required)

View Item View Item