PENGARUH ETHNOSENTRISME DAN NEGARA ASAL PRODUK TERHADAP PERSEPSI KUALITAS PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN JERUK MADU BRASTAGI

Erfeni, Devi and Anggarawati, Sularsih (2016) PENGARUH ETHNOSENTRISME DAN NEGARA ASAL PRODUK TERHADAP PERSEPSI KUALITAS PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN JERUK MADU BRASTAGI. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (thesis)
Skripsi Devi.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Globalisasi telah menyebabkan terjadinya perdagangan bebas. Keikutsertaan Indonesia pada lembaga-lembaga internasional seperti World Trade Organization (WTO), Asean Free Trade Area (AFTA), Asia Pacifik Economic Cooperation (APEC), dan Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) semakin mendorong pemerintah Indonesia untuk lebih terbuka atas masuknya produk-produk impor sehingga menyebabkan semakin banyaknya buah impor yang masuk ke Indonesia. Salah satu jenis buah impor yang banyak masuk ke Indonesia adalah jeruk. Banyaknya jenis jeruk impor yang masuk ke Indonesia membuat persaingan antara buah jeruk lokal dan jeruk impor semakin ketat. Banyaknya buah impor yang beredar di pasaran menjadi tantangan bagi produsen jeruk lokal agar mampu bertahan dan meningkatkan daya saingnya. Pilihan konsumen akan buah jeruk dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli jeruk lokal atau jeruk impor. Kampanye cinta produk dalam negeri dapat dilakukan untuk meningkatkan konsumsi buah dalam negeri khususnya jeruk madu brastagi. Meskipun pasar berkembang secara global tidak berarti semua konsumen menjadi global. Konsumen yang ethnosentris akan cenderung meilih jeruk lokal, karena konsumen yang ethnosentris akan melihat buah lokal lebih unggul dan menolak buah impor karena melihat buah lokal lebih berkualitas. Konsumen yang ethnosentris akan mempersepsikan jeruk madu lebih berkualitas dibandingkan jeruk impor lainnya. Selain ethnosentrisme, persepsi kualitas konsumen juga dapat dipengaruhi oleh negara asal produk yang nantinya akan mempengaruhi pengambilan keputusan untuk memilih membeli jeruk lokal atau jeruk impor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ethnosentrisme terhadap persepsi kualitas, mengetahui pengaruh negara asal produk terhadap ethnosentrisme, mengetahui pengaruh negara asal produk terhadap persepsi kualitas produk dan mengetahui pengaruh persepsi kualitas terhadap keputusan. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan menyebarkan kuisioner kepada 220 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner dengan teknik nonprobability sampling yaitu menggunakan metode accidental sampling. Dari jumlah kuisioner yang dibagikan, sebanyak 200 kuisioner yang kembali dan data yang layak digunakan adalah sebanyak 195. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan menggunakan program AMOS 21. Berdasarkan hasil analisis SEM didapat kesesuaian model yang baik. Hasil analisis menunjukkan nilai Goodnes of fit yang sangat baik dengan nilai Normed Chi-Square (CMIN/DF) 1,225, Goodness of Fit Index (GFI) 0,940, Adjusted Goodness of Fit Index (AGFI) 0,911, Tucker Lewis Index (TLI) 0,961, Comparative Fit Index (CFI) 0,969 dan The Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA) 0,034. Hasil output SEM yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukkan nilai CR lebih besar dari 1,96 dan p-value lebih kecil dari 0,05. Sesuai dengan hasil uji hipotesis SEM maka artinya ethnosentrisme mempengaruhi persepsi kualitas, negara asal produk mempengaruhi ethnosentrisme, negara asal produk mempengaruhi persepsi kualitas dan persepsi kualitas mempengaruhi keputusan pembelian. Dapat disimpulkan bahwa keempat pengujian hipotesis dalam penelitian ini diterima dan mendukung teori penelitian dan temuan terdahulu. Meskipun banyak jeruk impor yang beredar namun konsumen hendaknya tetap memilih dan mencintai jeruk lokal karena dengan begitu kita dapat menjaga keberlansungan pertanian jeruk madu dan membantu meningkatkan perekonomian didalam negeri. Rasa nasionalisme terhadap buah lokal harus ditingkatkan agar jeruk madu dapat bertahan sebagai pilihan utama konsumen dan mampu bersaing dengan jeruk impor yang beredar dipasar. Dalam hal ini peran pemerintah dalam menggalakkan kampanye cinta produk Indonesia sangat penting untuk menumbuhkan mindset konsumen akan jeruk lokal. Salah satu masalah yang menyebabkan jeruk lokal kalah saing adalah banyaknya pasar modern yang memajang buah impor digerai-gerai dibandingkan buah lokal. Pemerintah dapat meningkatkan akses petani jeruk lokal dipasar modern agar jeruk lokal mampu menyaingi pamor jeruk impor. Kata kunci: Etnosentrrisme, Negara Asal Produk, Persepsi Kualitas, Keputusan Pembelian, Structural Equation Modeling (SEM)

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Faculty of Economy > Department of Development Economics
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 08 Nov 2017 08:31
Last Modified: 08 Nov 2017 08:31
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/14299

Actions (login required)

View Item View Item