KINERJA PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI TERHADAP KEPUASAN PETANI DI DESA DAME KECAMATAN DOLOK MASIHUL KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

Yantika, Afrilyani Hutabarat and M.Zulkarnain, Yuliarso and Satria, Putra Utama (2022) KINERJA PENYALURAN PUPUK BERSUBSIDI TERHADAP KEPUASAN PETANI DI DESA DAME KECAMATAN DOLOK MASIHUL KABUPATEN SERDANG BEDAGAI. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
Yantika Afrilyani Hutabarat E1D017008.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris yang kaya akan sumber daya alam, dengan pertanian merupakan sektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian nasional secara keseluruhan. Hal ini terlihat dari banyaknya orang atau tenaga kerja yang bekerja di sektor pertanian dan bagaimana sektor pertanian mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian dengan menerapkan teknologi pertanian tepat guna dengan pemanfaatan sarana dan prasarana. Pupuk merupakan salah satu sarana produksi yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Pemerintah telah mengimplementasikannya dalam berbagai bentuk program, salah satunya dengan memberikan subsidi pupuk kepada petani (Widarti dkk, 2016). Menurut Yudono (2003) bahwa “Kemajuan sistem pertanian menuntut ketersediaan benih padi unggul yang bermutu tepat waktu, mutu, varietas, jumlah, tempat pelayanan, harga dan berkesinambungan.Meningkatnya angka pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia merupakan salah satu tantangan berat yang harus dihadapi oleh sektor pertanian karena dengan pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya beli pasar, dan perubahan selera masyarakat maka permintaan pangan akan semakin meningkat dalam jumlah, mutu dan keragamannya khususnya padi. Padi memegang peranan penting karena produk olahannya merupakan bahan makanan pokok sebagian besar penduduk di Indonesia Dalam pembangunan pertanian, pupuk adalah elemen terpenting dan strategis yang tidak dapat dipisahkan dari sistem usaha tani. pupuk memegang peranan sangat penting untuk meningkatkan produksi pangan komersial. Pupuk menjadi salah satu komponen penting bagi sarana produksi yang dapat meningkatkan suatu produktivitas, mutu dan daya saing tanaman pangan pertanian. Sejak tahun 1969, sifat kebijakan pupuk bersubsidi tetap tidak berubah yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta produksi pangan nasional (bahwa sistem distribusi pupuk bersubsidi merupakan masalah yang sudah berlangsung HET) (Syafaat dan Muslim, 2006). Kebijakan distribusi pupuk yang sempurna akan memuaskan petani menjadi konsumen. Penyaluran pupuk yang sesuai dengan prinsip 6 tepat akan membantu petani dalam melakukan aktivitas pertanian menggunakan harga murah dari harga pertanian yang ditentukan pemerintah, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.Penggunaan pupuk belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip 6 tepat yang ditetapkan oleh pemerintah dan petani masih kurang puas menggunakan kinerja pelayanan distributor dalam kelompok tani di Desa Dame yang ditetapkan oleh pemerintah. Petani mendapat harganya lebih tinggi dari harga yang ditetapkan (HET) oleh pemerintah dan adanya tidak efisien dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi di Desa Dame. Dari pengalaman peneliti, masih ada kinerja penyaluran pupuk bersubsidi terhambat serta perbedaan waktu yang telah ditetapkan oleh pemerintah,petani kurang puas dengan kinerja penyaluran pupuk bersubsidi berdasarkan dengan ketentuan pemerintah. Agar konsumen merasa puas dengan hasil kinerja perlu adanya peningkatan kinerja yang lebih tinggi sehingga kepuasan kinerja yang lebih baik dapat meningkatkan produktivitas.Sehingga dalam penelitian dapat di lihat sebrapa puas tingkat kinerja dalam penyaluran pupuk bersubsidi Penelitian ini menggunakan model kinerja Dan kepuasan yang dirumuskan dalam sistem Skala likert. Estimasi model menggunakan metode IPA Dan CSI dengan aplikasi SPSS. Penggunaan metode ini untuk melihat hubungan antara variabel￾variabelnya seperti (Jenis,Jumlah,Harga,Tempat,Waktu dan Mutu) terhadap kinerja dan Kepuasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi. Hasil penelitian menunjukkan,tingkat kepentingan (importance) pelaksanaan penyaluran pupuk bersubsidi jenis urea dan phonska bahwa tingkat kepentingan dari setiap atribut-atribut pupuk bersubsidi secara keseluruhan tingkat kepentingan relatif lebih besar dibandingkan dengan tingkat kinerja yaitu dengan rata-rata nilai tingkat kepentingan sebesar 2,83 dan rata-rata nilai tingkat kinerja sebesar 2,56. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja atribut yang ditawarkan oleh pupuk bersubsidi di desa dame kecamatan dolok masihul kabupaten serdang bedagai secara keseluruhan belum dapat memenuhi tingkat kinerja pupuk bersubsidi di desa dame kecamatan dolok masihul kabupaten serdang bedagai. Sehingga, hal tersebut akan mempengaruhi besarnya nilai tingkat kepuasaan konsumen pupuk bersubsidi di desa dame kecamatan dolok masihul kabupaten serdang bedagai Pada Tabel di atas juga dapat dilihat nilai rata-rata kinerja dan kepentingan dari ke 6 atribut pupuk bersubsidi. Dari Tabel di atas dapat diketahui bahwa terdapat atribut yang memiliki nilai rata-rata kinerja lebih kecil dibandingkan dengan nilai rata-rata kepentingan.Atribut yang memiliki nilai rata-rata kinerja lebih besar dibandingkan dengan nilai rata-rata kepentingan merupakan atribut yang sudah memenuhi apa yang diharapkan oleh petani. Atribut ini belum sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen dan produsen harus memperbaiki kinerja atribut-atribut tersebut. Diagram kartesius menggambarkan titik potong dari rataan seluruh atribut tingkat kepentingan dan tingkat kinerja. Setiap kuadran pada diagram tersebut dibagi oleh garis tengah yang diperoleh dari nilai rata-rata tingkat kepentingan yaitu 2,83 dan nilai rata-rata tingkat kinerja yaitu 2,56. penggambaran pada diagram kartesius yang berdasarkan tingkat kepentingan dan tingkat kinerja ini memungkinkan produsen untuk melakukan perbaikan terhadap atribut yang dianggap penting oleh petani menunjukkan bahwa hasil perhitungan CSI untuk aspek kualitas pelayanan lembaga perbenihan adalah 53,16%, hal ini berarti tingkat kepuasan total terletak antara selang 41% < CSI ≤ 60% = Cukup Puas yang berarti pelanggan (konsumen) cukup puas terhadap kepentingan aspek kualitas penyaluran pupuk bersubsidi di desa dame.Hasil ini memperhitungkan tingkat kepentingan dan tingkat kinerja yang telah dijalankan oleh petani terhadap pupuk bersubsidi .Akan tetapi sebaiknya pihak petani terhadap pupuk bersubsidi harus meningkatkan sampai 100% sehingga konsumen akan merasa sangat puas terhadap kinerja pupuk bersubsidi. Pupuk bersubsidi masih mempunyai kinerja yang lebih baik dalam peningkatan agar mencapai tingkat kepuasaan konsumen dari 53,16 % menjadi 100% berarti pupuk bersubsidi masih memiliki rentang nilai kepuasaan sebesar 46,84 % yang masih belum tercapai dan harus memiliki target peningkatan terhadap tingkat kepuasaan konsumen diatas 53,16 % agar konsumen semakin lebih puas terhadap pupuk bersubsidi. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan dilihat dimana harapan-harapan konsumen mengenai atribut tersebut antara lain, seperti atribut Jumlah,Harga dan Waktu.Petani menginginkan bahwa Jumlah,Harga dan Waktu terhadap pupuk bersubsidi. Seperti yang tertera pada Tabel 5.4 bahwa penyaluran pupuk bersubsidi belum memberikan kepuasaan yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh petani terhadap atribut Jumlah,Harga dan Waktu tersebut dan petani Sudah merasa puas terhadap Kepentingan (Harapan ) penyaluran pupuk bersubsidi.Tingkat kepuasaan seseorang secara keseluruhan dapat dilihat dari kriteria kepuasaan yang ada dan kepuasaan tertinggi nantinya dicapai apabila nilai CSI menunjukkan nilai 100%

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agribusiness
Depositing User: sugiarti sugiarti
Date Deposited: 07 Aug 2023 08:02
Last Modified: 07 Aug 2023 08:02
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/14303

Actions (login required)

View Item View Item