EFEK IRADIASI GAMMA PADA PERTUMBUHAN DAN KETAHANAN TANAMAN KENTANG TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM

Ravido, Ravido and Pamekas, Tunjung and Suharjo, Usman Kris Joko (2017) EFEK IRADIASI GAMMA PADA PERTUMBUHAN DAN KETAHANAN TANAMAN KENTANG TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Tesis)
SKRIPSI RAVIDO.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (1MB)

Abstract

Tanaman kentang (Solanum tuberosum) merupakan tanaman sayuran semusim dan termaksud ke dalam jenis tanaman hortikultura berumur pendek dan berbentuk perdu atau semak. Dari family solanaceae . Tanaman kentang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Namun luasnya areal pertanaman kentang tidak diikuti oleh tingginya produksi. Rendahnya produksi tanaman kentang salah satunya penyebabnya adalah serangan Organisme Penggangu Tanaman (OPT). Penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh patogen Fusarium oxysporum adalah salah satu penyakit penting yang menyebabkan rendahnya produksi tanaman kentang. Salah satu upaya penanganan penyakit ialah dengan metode iradiasi sinar gamma. Proses ini juga sangat berguna dalam memecahkan berbagai permasalahan pertanian, seperti pengendalian hama dan penyakit, pemuliaan varietas tanaman unggul dan tahan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman kentang yang diberi perlakuan sinar gamma 0 dan 30 Gray terhadap penyakit layu fusarium. Penyinaran gamma dilakukan di Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) Jakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai dengan Januari 2017, di rumah kasa dan laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Tahapan penelitain ialah berupa penanaman benih kentang varietas Granola di dalam polibag berukuran 5 kg. Media tanah sebelumya telah disterilisasi dengan campuran pupuk kandang perbandingan 2:1. Pada minggu ke 4 MSI (Minggu seteah tanam) dilakukan proses inokulasi suspense patogen Fusarium oxysporum sebanyak 10 ml perpolibag dengan kerapatan 10 7 dengan cara disiram disekitar daerah perakaran tanaman. Penelitian ini dilakukan secara deskriftip yaitu membandingkan Tanaman kentang G0 varietas Granola. Dengan penyinaran gamma 0 Atau control (V0) dan 30 Gray (V1). Varibel yang diamati terbagi tiga, Respon agronomis yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, tingkat kehijauan daun, berat brangkasan basah dan kering. Respon Penyakit yaitu masa inkubasi, intensitas serangan, persentase serangan, dan Respon kimia yaitu kandungan asam salisilat. Pengamatan Respon agronomis dilakukan dari minggu pertama sampai minggu kesembilan. Untuk respon penyakit pengamatan dilakukan pada 5 MSI (Minggu setelah inokulasi). dan unruk pengamatan respon kimia (uji asam salisilat) dilakukan pada ahkir penelitian di laboratorium Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman kentang tanpa perlakuan sinar gamma0 Gy (control) lebih resiten atau lebih tahan dibandingkan tanaman kentang denganperlakuan sinar gamma 30 Gray. Pada respon agronomis tinggi tanaman kentang tanpa peyinaran lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kentang dengan perlakuan sinar gamma 30 gray, diikuti dengan jumlah daun dan tingkat hijau daun. Pada respon penyakitiradiasi gamma mampu menghambat masa inkubasi penyakit layu fusarium pada tanamankentang. Pengamatan pada respon kimia yaitu tidak terdeteksinya pembentukan asamsalisilat pada tanaman kentang baik dengan perlakuan sinar gamma maupun control. di amati pada beberapa bagian tanaman yaitu pada benih, batang dan daun yang bergunauntuk induksi. ketahanan.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agroecotechnology
Depositing User: 163 Sugiarti Sugiarti
Date Deposited: 13 Nov 2017 01:49
Last Modified: 13 Nov 2017 01:49
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/14477

Actions (login required)

View Item View Item