ANALISIS F AKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN USAHATANI KELAPA SAWIT DI DESA PUKUR KECAMATAN AIR NAPAL KABUPATEN BENGKULU UTARA

Sasliyoba, Adeko and Melli, Suryanty and Mustopa, Romdhon (2021) ANALISIS F AKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN USAHATANI KELAPA SAWIT DI DESA PUKUR KECAMATAN AIR NAPAL KABUPATEN BENGKULU UTARA. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Text (Thesis)
SSKRIPSI SASLIYOBA.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Perkembangan industri minyak sawit Indonesia yang berkembang cepat tersebut telah menarik perhatian masyarakat dunia, khususnya produsen minyak nabati utama dunia. Indonesia menjadi negara produsen minyak sawit terbesar dunia sejak 2006. Pada 2016 berhasil mengungguli Malaysia. Share produksi CPO indonesia telah mencapai 53,4 persen dari total CPO dunia sedangkan Malaysia memiliki pangsa sebesar 32 persen demikian hal nya dalam hal minyak nabati global, minyak sawit juga berhasil menggungguli minyak kedelai (Soybian oil) sejak 2004. Pada 2004, total produksi CPO mencapai 33,6 juta ton, sedangkan minyak kedelai adalah 32,4 juta ton. Pada 2016, share produksi CPO mencapai 40 persen dari total nabati utama dunia, sedangkan minyak kedelai memiliki pangsa sebesar 33,18 persen. (United States Department of Agriculture, 2016). Provinsi Bengkulu memiliki potensi bumi yang melimpah bukan hanya pertambangan tetapi sektor perkebunan juga menjadi unggulan yaitu salah satunya kelapa sawit dimana kelapa sawit merupakan salah satu potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh Provinsi Bengkulu. Di Provinsi Bengkulu, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas utama yang sangat penting untuk meningkatan penerimaan maupun pendapatan keluarga karena sebagian besar mayoritas penduduk Provinsi Bengkulu bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga masyarakat bergantung kelangsungan hidupnya pada sumber daya alam yang di miliki oleh Provinsi Bengkulu ini. Selain itu, perkebunan di Provinsi Bengkulu dibagi menjadi 3 yaitu perkebunan rakyat, perkebunan negara, dan perkebunan swasta. Luas perkebunan kelapa sawit Provinsi Bengkulu adalah seluas 309.100 ha BPS (2017). Provinsi Bengkulu memiliki 9 kabupaten dan 1 kota, salah satunya Kabupaten Bengkulu Utara. Kabupaten Bengkulu Utara merupakan salah satu kabupaten di Bengkulu yang menggantungkan sumber pendapatannya pada perkebunan kelapa sawit. Luas lahan perkebunan kelapa sawit rakyat di Bengkulu Utara pada tahun 2017 tercatat sebesar 37.232,25 Ha, produksi 346.153.799 Kg. 4 komoditi kelapa sawit penyumbang produksi terbesar di Kecamatan Air Napal dengan dukungan luas wilayah dan kondisi lahan di Kabupaten Bengkulu Utara terhadap komoditas tanaman perkebunan menjadikan wilayah ini banyak yang dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan. Selain dikelola oleh perusahaan swasta, terdapat juga perkebunan yang dimiliki dan dikelola rakyat. Komoditi yang dihasilkan antara lain kelapa sawit, karet, kopi, dan lain￾lain. Pada tahun 2018, kelapa sawit dan karet merupakan komoditas unggulan dengan produksi masing-masing 16.027.200 Kg dan 635.040 Kg (Badan Pusat Statistik, 2018). Desa Pukur merupakan salah satu desa di Kecamatan Air Napal dengan populasi penduduk yang mencapai 1.100 jiwa. Umumnya masarakat Desa Pukur bekerja di sektor non formal seperti petani, usaha kecil perumahan pembuatan kerajinan tangan, buruh tani, buruh bangunan, nelayan, perkebunan karet dan kelapa sawit, dan sebagian bekerja di sektor formal seperti PNS, tenaga medis, honorer, guru, TNI dan lain-lain. Penduduk Desa Pukur pada umumnya bermata pencaharian petani kelapa sawit. Tujuan penelitian ini untuk : (1) Menghitung seberapa besar penerimaan dari Usahatani kelapa sawit di Desa Pukur Kecamatan Air Napal Bengkulu Utara. (2).Menganalisa faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penerimaan UsahaTani kelapa sawit di Desa Pukur Kecamatan Air Napal Bengkulu Utara. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara purposive (sengaja) yaitu di Desa Pukur Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara provinsi Bengkulu, dipilihnya lokasi ini dengan pertimbangan bahwa di Desa tersebut memiliki luas lahan yang di tanami kelapa sawit paling luas di bandingkan dengan desa lain di Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini dilaksanakan selama 30 hari, yaitu dari tanggal 23 Agustus – 23 September 2020. Peneliti datang langsung ke desa dan melakukan penelitian dengan cara datang langsung kerumah responden dan ada juga yang datang langsung kelokasi pertanian. Populasi dalam penelitian ini adalah petani Kelapa sawit Di Desa Pukur Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara. Penentuan responden untuk petani kelapa sawit menggunakan Metode sensus dimana semua populasi dijadikan responden.Jumlah responden pada penelitian ini ada 117 petani kelapa sawit Di Desa Pukur Kecamatan Air Napal Kabupaten Bengkulu Utara. Alat analisis yang digunakan untuk Menganalisis penerimaan usahatani klapa sawit Di Desa Pukur menggunakan rumor TR=P.Q. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan usahatani kelapa sawit Di Desa Pukur menggunakan analisis regresi linier berganda, dengan menggnakan metode OLS (Ordinary Least Square). Hasil penelitian menunjukkan rata rata penerimaan usahatani di Desa Pukur sebesar Rp.5836.495,726/bulan dengan penerimaan terkecil sebesar Rp.1.080.000/bulan dan penerimaan terbesar sebesar Rp.62.500.000/bulan.Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan usahatani kelapa sawit di Desa Pukur ialah Luas lahan,Pengalaman usahatani, Frekuensi panen dan Harga tandn buah segar. Kata kunci : penerimaan usahatani kelapa sawit, petani kelapa sawit, Analisis Regresi Linier Berganda.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Agribusiness
Depositing User: sugiarti sugiarti
Date Deposited: 24 Aug 2023 03:27
Last Modified: 24 Aug 2023 03:27
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/14646

Actions (login required)

View Item View Item