PEMATAHAN DORMANSI BIJI KEBIUL DENGAN SKARIFIKASI MEKANIK

Panjaitan, Agus Yanto and Apriyanto, Enggar and Defari, Efratenta Katherina (2017) PEMATAHAN DORMANSI BIJI KEBIUL DENGAN SKARIFIKASI MEKANIK. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI AGUS YANTO PNJAITAN.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (6MB)

Abstract

Tanaman kebiul adalah merupakan salah satu jenis keanekaragaman hayati yang ada di hutan Indonesia. Tanaman tersebut terdapat di daerah Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu, terletak di sebelah Barat Bukit Barisan. Masyarakat memanfaatkan biji kebiul (bahasa daerah Manna-Bengkulu Selatan) sebagai tanaman obat untuk penyakit malaria, kencing manis, dan batu ginjal dengan cara disangrai sampai gosong lalu dipecahkan untuk diambil bijinya kemudian dapat dikonsumsi secara langsung. Namun, biji kebiul ini memiliki masa dormansi sehingga perlu dilakukan perlakuan untuk mematahkan dormansinya yaitu dengan cara skarifikasi (pendahuluan terhadap benih sehingga benih akan cepat berkecambah secara optimal). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh skarifikasi terhadap pematahan dormansi biji kebiul dan pengaruh perendaman air panas (suhu awal 70˚C) dengan lama waktu perendaman yang berbeda-beda serta mengetahui interaksi dari perlakuan pengamplasan dan perendaman terhadap perkecambahan biji kebiul. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2015 bertempat di Laboratorium Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 5 kali pengulangan. Faktor pertama adalah (pengamplasan) dengan 4 taraf perlakuan yaitu (P 0 ), (P 1 ), (P 2 ), (P ). Faktor kedua adalah perendaman dengan 5 taraf perlakuan yaitu (R 0 ), (R 1 ), (R 2 3 ), (R 3 ), (R ). Percobaan ini terdiri dari 20 kombinasi perlakuan dan 5 kali ulangan dan secara keseluruhan terdapat 20 × 5 = 100 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdapat 3 biji, sehingga diperlukan 300 biji kebiul. 4 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh faktor pemberian pengamplasan yang memberikan hasil terbaik pada pengamatan ke 8, 10, 12 dan 14 hst terhadap variabel persentase kecambah (P 1 = 40 ; P 1 = 14,667 ; P 3 = 22,666 dan P = 12%), variabel rata-rata hari berkecambah (P 1 = 0,055; P 2 = 0,016; P 1 = 0,047 dan P 2 2 = 0,1024/hari) dan variabel nilai kecambah (P 1 =0,0485 ; P 1 =0,0142 ; P 2 =0,0184 dan P =0,0083 %/hari). Hasil terbaik pengamatan ke 8 mst terhadap variabel diameter batang yaitu P 2 = 3,3948 mm, variabel jumlah daun yaitu P = 24,9068/helai dan hasil terbaik pengamatan ke 60 hst terhadap variabel tinggi tanaman yaitu P 2 1 = 26,1664 cm. 2

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 23 Nov 2017 04:10
Last Modified: 23 Nov 2017 04:26
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/14960

Actions (login required)

View Item View Item