ANALISIS FINANSIAL PENGUSAHAAN HUTAN RAKYAT PADA BERBAGAI TIPE PEMANFAATAN LAHAN (Studi Kasus di Desa Babakan Bogor Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu)

Sihotang, Anna Bonita and Siswahyono, Siswahyono and Senoaji, Gunggung (2017) ANALISIS FINANSIAL PENGUSAHAAN HUTAN RAKYAT PADA BERBAGAI TIPE PEMANFAATAN LAHAN (Studi Kasus di Desa Babakan Bogor Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu). Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
SKRIPSI ANNA BONITA S.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (2MB)

Abstract

Menurunnya fungsi hutan alam dalam menyediakan bahan baku kayu karena kebutuhan kayu sebagai bahan baku industri terus meningkat. Degradasi hutan alam menyebabkan produksi kayu semakin menurun, sedangkan permintaan kayu semakin meningkat dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Banyak upaya yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar terhadap kayu yang terus meningkat. Salah satu solusi atas permasalahan tersebut adalah dengan pembangunan hutan rakyat. Usaha hutan rakyat dapat dikembangkan pada lahan milik atau lahan yang dibebani hak-hak lainnya di luar kawasan hutan yang memenuhi persyaratan untuk kegiatan hutan rakyat. Desa Babakan Bogor merupakan salah satu desa yang pengusahaan hutan rakyatnya baru berkembang dengan berbagai tipe pemanfaatan lahan. Pada umumnya masyarakat di Desa Babakan Bogor dominan mengelola lahan dengan pola monokultur yang ditanami tanaman kopi saja ataupun tanaman kayu saja, hanya beberapa dari mereka yang mencoba untuk mengkombinasikan tanaman kayu dengan tanaman kopi atau dengan tanaman pertanian lainnya. Kepastian hasil merupakan penyebab utama mengapa masyarakat lebih dominan mengelola lahan dengan pola monokultur dibandingkan mengkombinasikan tanamannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi, kelayakan finansial pengusahaan hutan rakyat dan tingkat sensitivitas pengusahaan hutan rakyat pada berbagai tipe pemanfaatan lahan di Desa Babakan Bogor Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2015 - Maret 2016. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive), Penentuan responden menjadi sampel dilakukan secara acak (Random) berdasarkan informasi jumlah penduduk yang ada di Desa Bababakan Bogor. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 11,12 %. Berdasarkan data monografi, jumlah KK yang terdapat di Desa Babakan Bogor sebanyak 225 KK maka jumlah responden yang diambil adalah sebanyak 25 KK. Data-data masyarakat yang diperoleh langsung di lapangan diolah dengan bantuan Microsoft Excel dan ditabulasikan serta dianalisa secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif, analisis finansial dan sensitivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat di Desa Babakan Bogor Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu adalah dengan pendapatan total rumah tangga responden rata-rata 30.226.400 / tahun dan dihubungkan dengan jumlah jiwa rata-rata / keluarga yaitu 4 jiwa / KK diperoleh pendapatan perkapita/tahun sebesar Rp.7.556.600 / jiwa / tahun maka responden berada pada kategori sejahtera (hampir berkecukupan). Berdasarkan kriteria NPV, BCR dan IRR, usaha hutan rakyat pada semua bentuk adalah layak secara finansial. Hasil analisis finansial NPV terbesar adalah terdapat pada usaha hutan rakyat agroforestry dengan yaitu sebesar Rp.26.176.521,-. Sedangkan pada usaha hutan rakyat secara monokultur sebesar Rp.11.988.405.- / ha dan pada usaha hutan rakyat secara campuran sebesar Rp.5.606.359,- / ha. Untuk BCR terbesar terdapat pada usaha hutan rakyat agroforestri yaitu 2,21 sedangkan pada hutan rakyat monokultur 1,73 dan hutan rakyat campuran 1,35. Begitu juga untuk IRR terbesar adalah terdapat pada usaha hutan rakyat agroforestri 32,43 % sedangkan pada hutan rakyat monokultur 25,64 % dan hutan rakyat campuran 20,36 %. Dari hasil analisis sensitivitas terhadap kenaikan biaya produksi sebesar 10 % , hasi produk turun 10 % ketiga usaha hutan rakyat masih dlayak untuk diusakan sedangkan pada kenaikan biaya produksi sebesar 30 %, hasi produk turun 30 % mengalami penurunan untuk usaha hutan rakyat monokultur sengon dan campuran sengon dan kayu res sehingga tidak layak lagi untuk diusahakan. namun utuk usaha hutan rakyat agroforestri kayu bawang, kayu res dan tanaman kopi masih layak untuk diusahakan pada tingkat kenaikan biaya dan penurunan hasil produk 30 %.. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat atau informasi mengenai pengembangan usaha hutan rakyat yang dapat menghasilkan keuntungan lebih tinggi bagi masyarakat yang mengusahakannya, serta membuka wawasan masyarakat bahwa hutan rakyat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 23 Nov 2017 08:10
Last Modified: 23 Nov 2017 08:25
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/14965

Actions (login required)

View Item View Item