SEBARAN GEOGRAFIS DAN STRUKTUR POPULASI Rafflesia bengkuluensis DI DESA MANAU SEMBILAN KECAMATAN PADANG GUCI HULU KABUPATEN KAUR

Prandeka, Faezal and Susatya, Agus and Saprinurdin, Saprinurdin (2017) SEBARAN GEOGRAFIS DAN STRUKTUR POPULASI Rafflesia bengkuluensis DI DESA MANAU SEMBILAN KECAMATAN PADANG GUCI HULU KABUPATEN KAUR. Undergraduated thesis, Universitas Bengkulu.

[img] Archive (Thesis)
PDF Faezal Prandeka.pdf - Bibliography
Restricted to Repository staff only
Available under License Creative Commons GNU GPL (Software).

Download (934kB)

Abstract

Dalam ruang lingkup global, ekosistem darat telah dibagi oleh para ahli menurut zonasinya. Adapun salah satunya adalah ekosistem hutan hujan tropis, di Asia Tenggara hutan hujan tropisnya memiliki tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi, terbukti dengan kayanya jenis tumbuhan berbunga. Salah satu tumbuhan berbunga penyusun ekosistem hutan hujan tropis di kawasan Asia Tenggara adalah bunga Rafflesia. Bunga Rafflesia merupakan bunga liar yang hidup dihutan yang tidak memiliki batang, daun maupun akar secara jelas (Kutj dalam Prima, 2010). Bunga ini sangat erat hubunganya denganTetrastigma. Tetrastigma adalah tumbuhan memanjat, mirip anggur yang bergelantungan dipohon-pohon didalam hutan (Meijer dalamPrima, 2010). Keberadaan bunga Rafflesia di alam saat ini cukup memprihatinkan. Oleh karena itu pemerintah pada tahun 1990 berdasarkan Kepres. No. 04, tentang “Bunga dan satwa nasional” pada butir ke tiga menyatakan perlindungan terhadap jenis Rafflesia. Supaya keberadaan bunga ini di alam tetap lestari. Selanjutnya perlindungan diperkuat dalam Undang-Undang No.5 tahun 1993, Undang-Undang ini mencakup tentang semua peraturan tentang tata cara pengelolaan kawasan konservasi sumber daya alam. Rafflesia bengkuluensis di identifikasi di Provinsi Bengkulu tepatnya Di Kabupaten Kaur Kecamatan Kelam Tengah Di Desa Talang Tais pada tahun 2005 oleh Susatya et al. Setelah beberapa tahun diketahui terdapat Lokasi titik tumbuh baru Rafflesia bengkuluensis Di Desa Manau Sembilan Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur. Sehingga dilakukanlah penelitian mengenai sebaran geografis dan struktur populasi Rafflesia bengkuluensis. Tujuan dari penelitian ini : 1). untuk mengetahui sebaran geografis dan struktur populasi 2). untuk mengetahui jenis dari Tetrastigma dan jenis inang struktural utama dari Tetrastigma. Penentuan lokasi sebaran geografis Rafflesia bengkuluensis dengan dilakukan pemetaan setiap lokasi yang ditemukanya sub-sub populasi Rafflesia bengkuluensis. Dan pengamatan struktur populasi dilakukan dengan membuat plot 10m x 10m dibagi habis dalam plot terkecil 1m x 1m. Dari plot tersebut dilakukan pengukuran diameter Pohon, Tetrastigma dan Knop. Pengukuran knop dilakukan setiap 1 bulan sekali selama empat bulan. Sehingga diperolehla data struktur diameter dan pengklasifikasian struktur pertumbuhan berdasarkan fase pertumbuhan Rafflesia bengkuluensis dari masing- masing knop / sub populasi.Pengamatan yang dilakukan selama empat bulan tersebut, memperlihatkan laju mortalitas baik itu mortalitas/ bulan maupun mortalitas/ sub populasi. Pengenalan jenis Tetrastigma dan jenis pohon sebagai inang struktural Tetrastigma, dilakukan dengan pengambilan spesimen herbarium di lokasi penelitian. Selanjutnya di ����� identifikasi di laboratorium Kehutanan UNIB. Data ini merupakan penjelasan dari asosiasi yang terjadi pada interaksi spesies Rafflesia, baik itu pada asoiasi tingkat I,II dan III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebaran dari bunga Rafflesia yang di data oleh peneliti Di Kabupaten Kaur terdapat di tiga administrasi kecamatan. Yaitu, di Kecamatan Kelam Tengah, Kecamatan Kaur Utara dan Kecamatan Padang Guci Hulu.Total sebaran geografis Rafflesia berjumlah 7 lokasi. Untuk lokasi di kecamatan Padang Guci Hulu terdapat di Desa Manau Sembilan, di Desa Manau Sembilan terdapat 5 Lokasi. Nama lokasi penelitian di dalam penulisan yaitu (TR= titik Rafflesia). Hasil pengamatan stuktur populasi menunjukkan Pertambahan diameter tertinggi pada fase perigon ke mekar dan terendah pada fase dibawahnya. Laju mortalitas tertinggi pada setiap koloni yang diamati/ bulan yakni sebesar 100% dan terendah 62,5% , untuk mortalitas keseluruhan knop dalam setiap bulan pengamatan, laju mortalitas terus meningkat dari persentase mortalitas 33,33 % sampai 72,22%. Untuk persentase tumbuh paling besar pada setiap fase yakni pada fase brakta sebesar 50 %, dan terendah pada fase perigon sebesar 2,27%. Sedangkan didalam interaksi pada asosiasi tingkat 1 diketahui bahwa diameter Tetrastigma tidaklah berpengaruh terhadap banyak atau sedikitnya jumlah knop dan untuk asosiasi tingkat 2 diameter pohon terbesar yakni 64,01 cm dan pohon tertinggi setinggi 21 m. Jenis Tetrastigma yang menjadi inang dari Rafflesia yaitu spesies Tetrastigma tuberculatum (asosiasi tingkat 1)sedangkan untuk jenis inang struktural Tetrastigma tuberculatum (asosiasi tingkat 2), yakni : 1). TR 1 (Macaranga maurintiana). 2).TR 2(Ficus hispida). 3).TR 3(Aglaia edulis). 4).TR 4 (Garcinia xanthoc hymus). 5).TR 5 (Aglaia edulis).

Item Type: Thesis (Undergraduated)
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Agriculture > Department of Forestry
Depositing User: 164 Irma Rohayu
Date Deposited: 23 Nov 2017 08:52
Last Modified: 23 Nov 2017 08:52
URI: http://repository.unib.ac.id/id/eprint/14970

Actions (login required)

View Item View Item